Ramai Kasus Ferdinand, Video Lama JK Komentari Buzzer Mencuat: Mereka Fitnah & Sumber Kekacauan!

372
Jusuf Kalla

Video mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) yng menyatakan bahwa sebenarnya yang memuncukan kekacauan di Indonesia adalah Buzzer kembali mencuat.

Hal ini dinyatakan oleh Kalla saat tengah diwawancarai. Video wawancaranya diunggah oleh akun Twitter @ekowboy2.

Video Kalla soal Buzzer sebenarnya adalah video lama pada awal 2021.

Namun kembali mencuat di mdia sosial karena dikaitkan dengan kasus Ferdinand Hutahaean.

“Jusuf Kalla: Buzzer sumber dari kekacauan bangsa ini tukang hasut, caci maki & fitnah,” tulis akun tersebut.

Ikuti Survey Repelita :Β 

Siapakah Presiden 2024 Pilihan Anda?

“Bapak ini [JK] kalau ngomong suka benar. Jika Ferdinand, Densi (Denny Siregar), Permadi dan Armando tak segera diciduk akan terjadi gelombang besar,” imbuhnya.

Pada video tersebut JK menyatakan bahwa bahwa Buzzer menjadi oknum yang menghasut.

“Yang banyak menghasut itu buzzer-buzzer itu, lebih banya dosanya yang memfitnah itu dibandingkan dengan ulama kan mengisi jiwa,” ujar Kalla.

“Kalau buzzer-buzzer itu kan memaki-maki, memfitnah-fitnah luar biasa, jadi tolonglah siapa yang bisa memperbaiki itu,” imbuhnya.

“Jadi yang sumber kekacauan itu buzzer-buzzer itu,” tambahnya lagi.

Cuitan tersebut juga dikomentari oleh Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu.

“JK: Sumber segala kekacauan adalah Buzzer. Jelas ?,” cuit Said Didu.

Sebelumnya dijelaskan oleh Mohammad Rinaldi Camil seorang Research Associate, Centre for Innovation Policy and Governance dalam The Coversation bahwa buzzer sendiri juga disebut dengan pendengung.

Pendengung atau buzzer merupakan individu atau akun yang memiliki kemampuan amplifikasi pesan yang bergerak atas dasar motif bayaran dan sukarela.

“Definisi ini kami simpulkan dari asal muasal kata buzz, yang merupakan suara rendah yang dihasilkan terus-menerus oleh lebah,” tulisnya.

Di Indonesia, Buzzer mulai ada sejak tahun 2009 untuk promosi merek dan produk di media sosial. Namun belakangan merambah ke dunia politik.

Sumber Berita / Artikel Asli : Suara

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here