Rakyat lapar yang nongol baliho Puan, pengamat: Wajar dicoret-coret

792
Baliho Puan Maharani Dicoreti ‘Open BO’

Pengamat politik dari Lingar Wajah Kemanusiaan Muhammad Mualimin, mengkritik banyaknya baliho Ketua DPR RI Puan Maharani yang bermunculan di seantero nusantara. Gerakan baliho tersebut, menurut dia, sudah terbaca jelas ada motif terselubung di baliknya.

Kata Mualimin, kemunculan baliho Puan serentak di banyak daerah seirama dengan gerakan politik yang dilakukannya, yakni tampil garang menyerang Pemerintah Jokowi demi satu tujuan.

Namun, bukan berarti pemasangan baliho berjalan mulus, karena sejumlah gambar dirusak dan dicoret-coret. Seperti yang terjadi di Jawa Timur. Menurut Mualimin, dirusaknya baliho Puan wajar dilakukan, lantaran kondisi sulit sekarang ini.

Alih-alih mendapat bantuan sembako, rakyat yang lapar, kata dia, malah dipertemukan dengan banyaknya baliho ketua DPR RI asal PDIP itu. Sehingga kekesalan kemudian ditumpahkan pada baliho tersebut.

“Pemasangan baliho ini serentak dan sistematis, banyak sekali uang habis untuk pasang baliho. Pasang baliho itu cara kampanye tradisional yang sangat mahal. Padahal harusnya uang itu dibelikan lauk pauk atau sembako ke masyarakat, karena banyak rakyat yang lapar,” kata Mualimin dalam diskusi daring, dikutip Selasa 3 Agustus 2021.

Dia menganggap wajar jika beberapa baliho kemudian dirusak. Karena ini dianggap merupakan ungkapan kekecewaan rakyat terhadap pimpinan DPR mereka yang malah seolah menghamburkan uang demi baliho.

Puan Maharani dan Megawati Soekarnoputri. Foto: Ist.
Puan Maharani dan Megawati Soekarnoputri. Foto: Ist.

“Ya ini kekecewaan, mereka lapar yang nongol baliho Puan, pantas dicoret-coret. Ini seharusnya jadi renungan kita bersama.”

Seharusnya, menurut dia, Puan bisa memanfaatkan uang yang dimiliki dengan memberikan bantuan pada rakyat miskin dengan melalui jaringan kader PDIP seluruh Indonesia. Dengan begitu, bantuan akan lebih efektif, dan namanya akan mudah diingat rakyat.

“Coba kalau pasang baliho, kan sekarang lagi PPKM, siapa yang lihat. Kan cuma Polantas sama tukang ojek saja yang lihat. Harusnya bantuan sembako bisa dimakan, sebab orang butuhnya nasi sekarang,” katanya.

Strategi baliho Puan demi 2024

Apa yang dilakukan Puan, kata Mualimin, tentu sudah terbaca jelas. Dia hendak mendongkrak namanya demi pencapresan 2024. Kata Mualimin, dia bahkan rela menanggalkan karakternya selama ini yang dikenal kalem dan jauh dari vokal.

“Puan biasa kalem, tiba-tiba berubah. Saya membaca ke sana (pencapresan). Selama ini Puan kan bukan tipe yang digambarkan vokal. Cuma akhir-akhir ini kok Puan rajin kritik, berani koreksi Pemerintah, ada apa ini? Ini by design,” katanya.

Yang disayangkan pada dirinya, yakni mengapa baru sekarang Puan bergerak agresif dengan membawa nama besar Ketua DPR. Padahal, katanya, sudah dua tahun belakangan selama pandemi, kritik dari DPR dibutuhkan demi kontrol penanganan pandemi.

Puan Maharani dan Presiden Jokowi
Puan Maharani dan Presiden Jokowi. Foto: Instagram @puanmaharaniri

Tetapi memang inilah jalan aman yang mesti ditempuh Puan. Sebab dengan menyerang Pemerintah, namanya akan tertolong. Tidak jika dirinya menyerang anggota atau bahkan negara lain.

Sebab dengan begitu, citranya akan positif dan akan dianggap publik sebagai politisi yang matang. Apalagi lawan capres 2024 terbilang tak main-main, ada sosok-sosok berpengalaman nan tangguh seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, hingga Anies Baswedan yang notabene jauh lebih populer ketimbang Puan.

“Semua tentu pada pencapresannya di 2024. Dia kini rajin menyerang Jokowi karena dia sadar Jokowi pada 2024 bukan siapa-siapa lagi, makanya dia manfaatkan momen itu untuk mendulang citra positif buat dirinya,” kata Mualimin.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here