Rafael Menangis dan Bingung, Namanya Hilang di Daftar Kelulusan Casis Bintara Polri Sulut

436

Manado – “Saya menangis saat lihat nama saya tidak ada lagi pada daftar pengumuman kedua,” kata Rafael Malalangi (18).

Rafael Malalangi adalah Calon Siswa (Casis) Bintara Polri yang viral gara-gara namanya hilang pada daftar pengumuman kelulusan Bintara Polri di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut).

Menurut Rafael, dia menangis karena perasaan malu, kecewa dan bingung, mengapa namanya bisa hilang di daftar pengumuman susulan.

“Padahal, saat pengumuman online pada Tanggal 22 Juli, nama saya ada di Nomor Urut 22. Kami semua menyaksikan pengumuman secara online itu,” ungkap Rafael dengan terbata-bata sambil menunduk, saat diwawancarai Tribun Manado, Kamis (29/7/2021).

Bagaimana tidak malu, kata dia, warga Desa Pinaoalangkow sudah tahu namanya lulus. Bahkan, katanya, warga Pinapalangkow telah memberikan dia ucapan selamat atas kelulusan tes Bintara Polri itu.

“Saat teman-teman tahu nama saya ada dalam daftar pengumuman kelulusan secara online, mereka sudah menyampaikan ucapan selamat. Banyak yang menyampaikannya melalui media sosial,” ucap Rafael.

Tidak hanya itu, katanya, keluarganya sudah membuat syukuran.

“Keluarga kami sudah melaksanakan syukuran kelulusan. Tahu-tahunya, nama saya sudah tidak ada lagi,” imbuhnya.

Kenly Malalangi, ayah Rafael, mengaku kecewa.

“Siapa yang tidak kecewa. Anak saya sudah dinyatakan lulus saat pengumuman secara online. Tapi, saat pengumuman ulang tadi pagi, nama anak saya sudah digantikan dengan nama orang lain,” kata Kenly Malalangi.

Dia meminta Polda Sulut untuk memperjuangkan nama anaknya.

“Permintaan kami keluarga, izinkan anak kami ikut pendidikan. Sebab dia sudah dinyatakan lulus dalam pengumuman online,” pintanya.

Dipaparkan Kenly, pada Tanggal 22 Juli, Rafael Malalangi sudah dinyatakan lulus dalam pengumuman online.

“Saat tahu anak kami lulus, kami sangat bersukacita. Perjuangan selama berbulan-bulan akhirnya membuahkan hasil,” ucapnya.

Sukacita keluarga Kenly Malalangi tiba-tiba hilang saat ada pengumuman susulan pada Kamis (29/7/2021) pagi.

“Saya sempat shok waktu membaca pengumuman kedua tadi pagi. Nama anak saya di Nomor urut 22 tidak ada lagi. Sudah ada nama orang lain,” terangnya.

Kendati demikian, Rafael, Kenly dan keluarga mereka tidak putus asa. Mereka masih sangat berharap Kapolri akan turun tangan memperjuangkan kelulusan Rafael.

“Tolong kami pak Kapolri. Anak kami sudah dinyatakan lulus pada pengumuman secara online. Biarkan anak kami ikut pendidikan,” harap Kenly.

Tanggapan Polda Sulut

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast ketika dihubungi melalui sambungan telpon memberikan keterangannya.

Ia mengatakan bahwa dalam seleksi ada panitianya.

“Dalam seleksi ini ada panitianya, kalau ada komplain peserta ke panitianya dan tanyakan kenapa,” kata Kabid Humas.

Ia menerangkan, bahwa dalam seleksi penerimaan anggota Polri ada wadahnya, dan itu urusannya panitia.

“Saat menyiarkan live sebelum ditutup acaranya sudah disampaikan pengumuman calon siswa bilamana ada yang merasa keberatan segera ke panitia,” tegas Kabid.

“Nanti dari panitia jelaskan apa penyebabnya kalau dia tidak lulus.Jadi komplain ke panitia. Keberatan ke panitia saja,” tutupnya. (rul)

Sumber Berita / Artikel Asli : .tribunnews

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here