Puluhan Warga Palestina Terluka dalam Konfrontasi di Nablus

202

Sedikitnya 28 warga sipil Palestina terluka dalam konfrontasi dengan pasukan pendudukan Israel di Nablus.

Sementara bentrokan meletus di lebih dari satu lokasi di Tepi Barat.

Ghassan Daghlas, pejabat yang bertanggung jawab atas masalah permukiman pendudukan Israel di Tepi Barat utara, mengatakan bahwa sejumlah warga terluka selama konfrontasi dengan pasukan pendudukan Israel di pintu masuk kota Burqa, barat laut Nablus.

“Pasukan pendudukan Israel menembakkan peluru logam, gas air mata dan bom suara secara massif ke arah warga sipil Palestina,” kata Hhassan Daghlas dikutip dari Pusat Informasi Palestina, Selasa (18/1/2022).

Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa krunya telah menangani 20 luka di Burqa.

Krunya juga memberikan layanan darurat kepada sebuah keluarga yang terdiri dari 8 orang di kota Beita karena serangan pemukim pendatang Yahudi dan tembakan gas air mata ke rumah tersebut.

Menurut sumber lokal, bentrokan meletus di persimpangan kota Beita, dekat Nablus, antara pemuda dan pasukan pendudukan Israel, yang menembaki para pemuda untuk menyelamatkan para pemukim Zionis yang telah menyusup ke daerah Bir Goza.

Dilaporkan bahwa sekelompok pemuda menghancurkan kendaraan pemukim pendatang Israel setelah menyusup ke kota Beita, selatan Nablus, dan bentrokan meletus dengan pasukan pendudukan Israel, yang mencoba menyelamatkan pemukim Israel.

Pasukan pendudukan Israel mundur dari kota Beita, bersama pemukim Israel, yang secara tidak sengaja memasuki daerah Bir Goza di dekat kota.

Di Jenin, para pejuang perlawanan menembaki patroli tentara pendudukan Israel yang sedang melintas di dekat persimpangan kota Jaba’, selatan Jenin, yang terletak di jalan tama Jenin-Nablus.

Di Qalqilya, para pemuda menyerang beberapa kendaraan permukiman pendudukan dan melemparkan batu ke arah mereka di dekat kota Azzun, sebelah timur Qalqilya.

Koloni-koloni permukiman Yahudi serta jalan-jalan di Tepi Barat dan al-Quds yang diduduki penjajah Israel telah berubah menjadi mimpi buruk bagi para pemukim pendatang Yahudi karena terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah serangan bom Molotov dan batu terhadap kendaraan mereka dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut laporan tahunan yang dikeluarkan oleh kantor media Hamas di Tepi Barat, selama tahun 2021 perlawanan meningkatkan aksi-aksi perlawanan mereka di Tepi Barat dan al-Quds, dengan beragam sarana metode dalam menghadapi serangan pendudukan Israel dan pemukim pendatang Yahudi.

Sumber Berita / Artikel Asli : Suaraislam

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here