Puluhan SUTET di Area Karhutla Terancam Ikut Terbakar

392

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, membuat PT PLN langsung siaga. Sebab, di area Karhutla itu terdapat puluhan saluran udara tegangan esktra tinggi (SUTET) milik PLN.

Seperti diketahui, Karhutla yang terjadi di Ogan Ilir pada Senin 5 Agustus 2019, berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Kebakaran terjadi dari siang hari hingga larut malam.

Tim gabungan Satuan Tugas Karhutla pun harus berupaya keras dalam memadamkan api. Api hingga kini sudah membakar ratusan hektare lahan tidur milik masyarakat di Ogan Ilir.

Bahkan, kebakaran ini sempat mengganggu arus lalu lintas. Apalagi, lahan yang terbakar tepat di sisi jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra), yang menghubungkan kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir.

“Kondisi SUTET saat ini masih dalam keadaan aman. Kemarin, sudah dilakukan pengecekan oleh petugas ground patrol dan tim pemelihara jaringan. Sejauh ini, kondisi aman dari kebakaran lahan,” kata General Manager PT PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, Daryono, Selasa 6 Agustus 2019.

Menurut Daryono, meskipun sempat ada ilalang di bawah andongan jaringan atau kabel listrik yang terbakar, namun hal tersebut sudah teratasi dengan pengerahan bantuan tiga helikopter water booming.

“Kejadian puncak dalam dua hari terakhir dengan jarak tower cukup jauh, hampir satu kilometer. Di bawah andongan ada ilalang pendek yang terbakar, namun sudah dipadamkan oleh tiga helikopter water booming,” ungkap Daryono.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, sepanjang tahun ini sudah sekitar 257 hektare lahan terbakar. Bahkan, lahan yang terbakar mayoritas berada di lahan tidur milik masyarakat.

Dari luasan lahan itu, 121,1 hektare di antaranya ada di Kabupaten Ogan Ilir. Sisanya terjadi di Banyuasin, dengan luas enam hektare dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 57,75 hektare.

Karhutla juga terjadi di Lubuklinggau dengan lahan terbakar 0,5 hektare, Ogan Komering Ilir (OKI) 68,5 hektare, dan Musi Banyuasin seluas empat hektare lahan. [viva]

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 41 = 46