Profesor Singapura Puji Jokowi Jenius, Rocky Gerung: Itu Menghina Presiden

544
Rocky Gerung

Pengamat Politik Rocky Gerung menyebut munculnya profesor Singapura memuji Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden jenius hanyalah semacam jualan dan advetorial.

“Ini semacam jualan, semacam advetorial memuji-muji Jokowi, itu juga menghina presiden Jokowi,” katanya di Channel Youtube Rocky Gerung Official, Jumat 8 Oktober 2021.

Sebab terkait dengan itu, kata Rocky Gerung, nantinya Presiden Jokowi membandingkan dengan pujian dia dengan nasib petani yang baru-baru ini bunuh diri.

Profesor sekaligus peneliti di National University of Singapore, Kishore Mahbubani memuji Jokowi sebagai presiden jenius.
Profesor sekaligus peneliti di National University of Singapore, Kishore Mahbubani memuji Jokowi sebagai presiden jenius. Dok. Word Economic Forum

“Petani bunuh diri itu terjadi karena kebijakan dia (Jokowi) social safetynet Jokowi gagal,” ucap Rocky Gerung.

Seperti diketahui, seorang profesor sekaligus peneliti di National University of Singapore, Kishore Mahbubani memuji Jokowi sebagai presiden jenius.

Terkait dengan itu, Rocky Gerung menyebut profesor itu harusnya membuat sebuah riset terkait ucapan yang disampaikannya tentang Jokowi jenius.

“Tapi dia malah wawancara doang, bahkan email-emailan, ya pastilah Presiden tunjukan kejeniusan,” ungkap Rocky Gerung.

Mestinya, kata Rocky Gerung, seorang profesor Singapura itu sebagai analis melakukan riset dengan perbandingan apa yang diriset Australia dan Amerika Serikat.

“Seluruh analis dunia, terutama Australia dan Amerika Serikat memperlihatkan bahwa Presiden Jokowi gagal dalam semua hal,” tegas Rocky.

Maka dari itu, aneh tiba-tiba ada profesor dari Singapura memberikan pujian pada Presiden Jokowi.

“Kita sebagai rakyat justru malu tuh, mengapa ada profesor yang seolah jadi kayak buzzer doang nih profesor, sebab buzzer juga ada di luar negeri,” tukas Rocky.

Sebab, menurut Rocky tidak masuk akal pujian dari profesor Singapura untuk Jokowi itu secara tiba-tiba dan berlebihan.

“Kalau pujiannya standar-standar juga masih masuk akal. Ini (pujiannya) jenius, soal ekonomi yaitu meningkatkan ekonomi bertumbuh 10 persen dan meroket.

“Jenius dalam demokrasi meninggalkan keterbelahan bangsa, apa jenius itu, bangsa yang masih terbelah,” pungkasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli :  Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 7 = 2