‘Presiden Terburuk Dalam Sejarah’ Trending, Netizen: Tolong Pak Presiden Lebih Serius Tangani Pandemi

671

Tagar “Presiden Terburuk Dalam Sejarah” sedang trending nomor satu di Twitter pada Rabu, 21 Juli 2021.

Ditelusuri Makassar Terkini, cuitan-cuitan yang menggunakan tagar itu mengkririk Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait berbagai hal, utamanya soal pandemi.

Beberapa netizen menilai bahwa Presiden Jokowi dan jajarannya kurang serius dalam menangani pandemi Covid-19 ini.

“PPKM diperpanjang, tolong pak Pres lebih serius tangani pandemi. Kalo nggak nanti penduduk Indonesia bisa tinggal bapak doang. Eh ama Lord Luhut deng,” kata RasydRg.

Ada pula yang mengungkit soal sikap Pemerintahan Jokowi di awal-awal kemunculan Covid-19 di dunia.

Tercatat, di awal Virus Corona merebak di Cina, beberapa pejabat tinggi pemerintahan meyakinkan masyarakat bahwa tak ada virus ini di Indonesia.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi bahkan berkelakar soal alasan tidak ditemukannya Virus Corona di Indonesia saat itu.

“Tapi (ini) guyonan sama Pak Presiden ya, insya Allah ya, COVID-19 tidak masuk ke Indonesia karena setiap hari kita makan nasi kucing, jadi kebal,” kata Budi Karya pada Senin, 17 Februari 2020.

Selanjutnya, ada pula netizen yang menyoroti hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik kepada Jokowi dalam menangani pandemi Covid-19 mencapai titik terendah selama empat bulan terakhir.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan pada Minggu, 18 Juli 2021 mengungkap bahwa tingkat kepercayaan pada Presiden selama empat bulan terakhir turun dari 56,5 persen menjadi 43 persen.

Ada pula netizen yang mempertanyakan apakah Presiden Jokowi pantas untuk menyelesaikan masa jabatannya hingga tahun 2024 nanti.

“Serius nih masih mau lanjut sampe 2024? Masi kurang ancur ini negara? Kalian itu penjajah di negeri sendiri Bawahan rakyat kok semena-mena sama rakyat,” kata Tyodafirenze.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here