Presiden Jovenel Moise Ditembak Mati Kelompok Bersenjata di Tengah Ketegangan Politik Negara Haiti

283
Jovenel Moise, Presiden Haiti yang Tewas Ditembak di Rumah Baca artikel CNN Indonesia "Jovenel Moise, Presiden Haiti yang Tewas Ditembak di Rumah" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20210707190116-134-664642/jovenel-moise-presiden-haiti-yang-tewas-ditembak-di-rumah. Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

Presiden Haiti, Jovenel Moise dikabarkan meninggal dunia usai ditembak mati oleh orang-orang bersenjata. Penembakan tersebut terjadi di kediaman pribadinya pada Rabu, 7 Juli 2021 malam.

Pembunuhan itu kemudian mendapat kecaman dari Washington dan negara-negara tetangga Amerika Latin. Hal itu terjadi di tengah kerusuhan politik hingga terjadi gelombang kekerasan geng dan krisis kemanusiaan yang berkembang di negara termiskin di Amerika itu.

Pemerintah mengumumkan keadaan darurat selama dua minggu untuk membantu memburu para pembunuh yang oleh duta besar Haiti untuk Amerika Serikat, Bocchit Edmond.

Orang-orang bersenjata itu berbicara bahasa Inggris dan Spanyol. Sedangkan menurut Perdana Menteri sementara Claude Joseph, mayoritas masyarakat Haiti berbicara bahasa Prancis atau Kreol Haiti.

“Pukulan ini telah melukai negara ini, bangsa ini, tetapi tidak akan dibiarkan begitu saja,” ujar Joseph dilansir Reuters Kamis 8 Juli 2021.

Haiti merupakan sebuah negara berpenduduk sekitar 11 juta orang, telah berjuang untuk mencapai stabilitas sejak jatuhnya kediktatoran dinasti Duvalier pada tahun 1986, dan telah bergulat dengan serangkaian kudeta dan intervensi asing.

Istri presiden, Martine Moise, juga tertembak dalam serangan itu, yang terjadi sekitar pukul 01:00 waktu setempat (0500 GMT) di rumah pasangan itu di perbukitan di atas Port-au-Prince. Dia dalam kondisi kritis dan tiba di Florida pada Rabu malam untuk perawatan, menurut stasiun televisi lokal AS.

Edmond mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara bahwa orang-orang bersenjata itu menyamar sebagai agen Administrasi Penegakan Narkoba AS (DEA) ketika mereka memasuki kediaman Moise.

Presiden AS Joe Biden mengecam pembunuhan itu sebagai “keji” dan menyebut situasi di Haiti – yang terletak sekitar 1.125 km di lepas pantai Florida dan menyebutnya mengkhawatirkan.

“Kami siap membantu saat kami terus bekerja untuk Haiti yang aman dan terlindungi,” katanya. Masyarakat Haiti ingin Moise meninggalkan pekerjaannya sejak dia mengambil alih pada tahun 2017. Dia diminta mengundurkan diri atas tuduhan korupsi dan manajemen ekonominya.

Oposisi Haiti mengatakan jabatan lima tahun Moise seharusnya berakhir pada 7 Februari 2021, lima tahun sejak Martelly mengundurkan diri. Namun, Moise tetap bersikeras dia memiliki satu tahun lagi untuk menjadi presiden.

Akhir-akhir ini, Haiti tengah menghadapi kekerasan geng hingga masalah hak asasi manusia, ketegangan politik dan habisnya supplai cadangan makanan.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

 

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here