Presiden Jokowi Ngamuk ke Pertamina dan PLN, Rocky Gerung: Jengkel Menterinya Berani Kritik Dia

993
Rocky Gerung dan Jokowi. Doc. Istimewa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyemprot dua perusahaan milik negara yakni Pertamina dan PLN yang berada dibawah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir karena ruwetnya birokrasi menghambat laju investasi.

“Sebetulnya investasi yang ingin masuk ke Pertamina ke PLN ini ngantre dan banyak sekali. Tapi ruwetnya itu ada di birokrasi kita dan juga ada di BUMN kita sendiri,” kata Jokowi dikutip dari Channel YouTube Sekretariat Negara, Minggu 21 November 2021.

Lebih lanjut, Jokowi mengakui dirinya sebagai orang berlatar belakang lapangan, jika melihat ribetnya proses birokrasi ingin selalu marah dan melakukan sesuatu.

“Saya ini orang lapangan ya, kadang-kadang pingin marah untuk sesuatu yang saya tahu tapi kok sulit banget dilakukan. Sesuatu yang gampang tapi kok sulit dilakukan, kok nggak jalan-jalan,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, posisi-posisi tersebut harus terus diperbaiki dengan profesionalisme yang dimiliki para pejabat dan komisaris di lingkungan BUMN, khususnya Pertamina dan PLN.

“Setiap penugasan itu harus dihitung konsekuensinya, bagi PLN dari tarif seperti apa, bagi Pertamina, terutama untuk premium dan elpiji seperti apa, dan itu disampaikan transparan dan terbuka, blak-blakan,” ungkap Jokowi.

Blak-blakan yang dimaksud, kata Jokowi dihitung dengan angka-angka, kalkulasi yang logis. Dikarenakan penugasan, lalu berpikirnya tidak dikontrol.

“Itu nanti kalau mau ke sekuritisasi akan ketahuan harganya kemahalan, harganya nggak. Sulit untuk di sekuritisasi, karena apa ya itu mentang-mentang ada penugasan, numpang. Ini yang harus kita hindari, kalau kebangetan ya akan saya lakukan tindakan,” kata Jokowi.

Melihat hal tersebut, Pengamat Politik Rocky Gerung menilai sikap presiden memarahi anak buahnya dalam hal ini di lingkungan Kementerian BUMN–Pertamina dan PLN sebagai bentuk frustasi.

“Kalau nggak frustasi, ya putus asa itu, dua-duanya menimbulkan politainment juga, karena kita menonton seseorang yang punya kemampuan untuk mengatur kabinetnya, mesti marahmarah di depan publik,” katanya di Channel YouTube Rocky Gerung Official.

Rocky Gerung menilai itu potret ketidakmampuan dan ketidakberanian Jokowi untuk menindak tegas para menteri yang tidak bisa bekerja membereskan masalah birokrasi.

“Sebetulnya diem aja di kabinet, terus mulai pecat satu-satu secara diem-diem, ini mesti marahmarah dulu nih, ya tentu konteksnya adalah beliau sebagai presiden jengkel, kenapa menterinya berani mengkritik dia,” ungkap Rocky Gerung.

Sebab, kata Rocky Gerung, sebelumnya Erick Thohir sempat membuka aib Jokowi tentang kebijakan harga tes PCR untuk perjalanan.

“Kan secara tidak langsung, Erick Thohir mau mengatakan yang memutuskan harga PCR itu bukan saya, juga bukan pasar, tapi kehendak presiden, karena presiden yang memimpini kabinet,” sindir Rocky Gerung.***

Sumber berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

51 − 43 =