Prabowo Berbincang dengan Juru Lobi Politik untuk Normalisasi Hubungan Israel, Ada Apa?

349
Menhan Prabowo Subianto dan Kuasa Usaha Israel Itay Tagner.

Utusan Israel untuk Bahrain Itay Tagner tampak berbicara dengan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto dalam interaksi publik yang jarang terjadi pada Sabtu, 20 November 2021.

Itay Tagner, yang juga juru lobi politik untuk normalisasi hubungan Israel dengan negara lain khususnya Timur Tengah, mengobrol dengan Prabowo di pertemuan antara pejabat dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal.

Pertemuan antara Itay Tagner dan Prabowo Subianto terjadi di sela-sela konferensi tahunan Manama Dialogue Bahrain.

Tidak ada rincian yang diberikan mengenai diskusi dari mereka berdua.

Pikiran Rakyat telah mencoba menghubungi pihak Menteri Pertahanan tetapi tidak ada komentar hingga berita ini diturunkan.

Lebih lanjut, dilansir Pikiran-Rakyat.com dari Times of Israel, dikatakan bahwa para pejabat AS pada awal tahun ini menyampaikan pemerintahan Donald Trump sebelumnya telah menempatkan Indonesia dan Mauritania sebagai negara muslim berikutnya yang akan normalisasi hubungan.

Namun, ternyata mereka kehabisan waktu untuk berdiskusi perihal normalisasi hubungan dengan Indonesia dan Mauritania, ditambah Donald Trump tak memenangi pemilihan AS.

Dikatakan oleh mereka bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencoba untuk meredam spekulasi normalisasi hubungan antara Indonesia dan Israel pada saat itu.

Jokowi mengatakan kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas bahwa negaranya tidak akan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel sampai negara Palestina berdiri.

 

Secara terpisah pada Dialog Manama, ketua Dewan Keamanan Nasional Israel Eyal Hulata bertemu dengan mitranya dari Bahrain.

Mereka bertemu dengan Menteri Luar Negeri negara Teluk, dan juga dihadiri Putra Mahkota Salman bin Hamad Al Khalifa.

“Penasihat Keamanan Nasional Israel bertemu di Manama dengan Putra Mahkota Bahrain dan Perdana Menteri Pangeran Salman,” kata Barak Ravid, jurnalis Israel.

“Dia juga bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Bahrain dan Menteri Luar Negeri Bahrain,” sambungnya.

Konferensi keamanan Manama selama tiga hari diadakan setiap tahun untuk membahas mengenai tantangan keamanan yang mendesak di Timur Tengah.

Dalam konferensi tersebut terdapat lebih dari 300 pejabat senior pemerintah yang berpartisipasi dari 40 negara.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 + 4 =