PPKM Darurat Dipimpin Luhut Bukan Jokowi, Ali Mochtar Ngabalin: Pak Luhut Tak Pernah Gagal

382
Ali Mochtar Ngabalin

Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, menjawab usul yang dilayangkan politikus Gerindra, Fadli Zon, agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin langsung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

PPKM Darurat saat ini pelaksanaannya dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menjabat selaku Koordinator PPKM Darurat.

PPKM Darurat diterapkan di Jawa-Bali pada 3 hingga 20 Juli 2021 untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 yang sedang terjadi saat ini.

“Kalau mau serius menghadapi ini (lonjakan kasus Covid-19), sekali lagi usul saya, Presiden langsung yang memimpin dan menurut saya itu bisa mempunyai dampak yang lebih besar karena semua institusi bisa lebih fokus,” kata Fadli Zon dalam wawancara yang diunggah kanal Youtube Karni Ilyas Club pada 9 Juli 2021.

 

“Kita punya Babinsa dan Babinkamtibmas di tingkat bawah yang paling mengenal masyarakat. Mereka bisa mendeteksi apa yang terjadi di lapangan, kalau kita mau serius. Ini persoalan menyelamatkan nyawa rakyat kita,” ucapnya mengimbuhkan.

Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, PPKM Darurat yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan hasilnya memuaskan sampai saat ini.

“Kenapa Presiden tidak memimpin langsung? Iya, karena ikhtiar yang dilakukan dirasa sangat tepat untuk melaksanakan kegiatan ini (menekan penyebaran Covid-19) adalah terkait dengan PPKM,” ucap Ngabalin.

“Dipimpin oleh seorang Menko Kemaritiman dan Investasi yang sepanjang sejarah kepemimpinan Pak Jokowi, Pak Luhut itu tidak pernah gagal dalam menyelesaikan satu tugas yang diperintahkan Presiden,” katanya menambahkan.

“Tidak mungkin kita ragu. Dari usia dia (Luhut) punya pengalaman yang luar biasa. Dia bekas Duta Besar, Jenderal, tentara, jadi paling tidak ada pengalaman seperti itu. Memang setiap Presiden punya orang-orang terbaik seperti Pak Luhut.”

Indonesia mengalami lonjakan kasus Covid-19 selepas masa libur Idul Fitri 2021. Kenaikan kasus juga dipicu masuknya varian virus Delta yang memiliki daya penyebaran lebih cepat.

Pada 9 Juli 2021, Indonesia mengalami penambahan kasus sebanyak 38.124 sehingga totalnya menjadi 2.455.912.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here