Polri Siap Tindak Lanjuti Kasus Dugaan Pemerkosaan Tiga Anak di Luwu Timur Jika Temukan Bukti Baru

314
Kasus Dugaan Pemerkosaan Tiga Anak di Luwu Timur

Usai kasus laporan seorang ibu di Luwu Timur, Sulawesi Selatan terkait tiga anak yang diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri itu dihentikan, kini kembali viral di media sosial.

Masyarakat pun menyayangkan penegak hukum yang menghentikan kasus tersebut karena tak ditemukan bukti yang cukup untuk menjerat terduga pelaku, yakni ayah korban.

Akan tetapi, usai hal ini viral, Polri pun memastikan akan melanjutkan kasus ini. Hal itu juga disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono, dalam keterangannya pada Jumat, 8 Oktober 2021.

Rusdi menyebut pihaknya akan membuka kembali penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan tiga anak oleh ayah kandungnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Akan tetapi, hal tersebut dilakukan jika terdapat bukti baru yang dapat menguatkan perkara.

Polri ataupun keluarga yang nanti menemukan bukti-bukti yang baru atau yang bisa memperjelas kasus itu, maka Polri akan menindaklanjutinya,” jelas Rusdi kepada wartawan, Jumat, 8 Oktober 2021.

Selain itu, Rusdi menegaskan, pihaknya akan memproses segala laporan masyarakat termasuk soal kasus kekerasan seksual yang membutuhkan penegakan hukum dari Polri.

 

Hal tersebut diungkap sejalan dengan ramainya perbincangan masyarakat terkait abainya polisi jika masyarakat melaporkan kasus kekerasan seksual.

“Banyak diabaikan ya datanya dari mana dulu? Yang jelas, apabila setiap laporan masyarakat yang menginginkan pelayanan kepolisian di bidang penegakan hukum pasti akan ditindaklanjuti dan tentunya diproses kepolisian sendiri didasari dari alat bukti,” kata Rusdi.

“Jika berdasar alat bukti penyidik yakin ada tindak pidana maka akan ditindaklanjuti, namun jika alat bukti tidak mencukupi maka penyidik tidak akan melanjutkannya,” tuturnya.

Sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman PMJ News, kasus ayah memperkosa tiga anak kandungnya yang berusia di bawah 10 tahun ramai di media sosial, salah satunya dalam akun Instagram @projectm_org.

Dalam akun tersebut dijelaskan, mantan istri terduga pelaku, Lydia sempat melaporkan aksi pemerkosaan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Luwu Timur dan ke Polres Luwu Timur.

Namun, korban tidak mendapatkan keadilan dan dituding memiliki gangguan kesehatan mental. Sementara itu, dari laporan hasil asesmen P2TP2A Kabupaten Luwu Timur bahwa tidak ada tanda-tanda trauma pada ketiga anak tersebut kepada ayahnya.

Selain itu, dalam hasil pemeriksaan Psikologi Puspaga P2TP2A Luwu Timur, ketiga anak tersebut dalam melakukan interaksi dengan lingkungan luar cukup baik dan normal.

Serta hubungan dengan orang tua cukup perhatian dan harmonis, dalam pemahaman keagamaan sangat baik termasuk untuk fisik dan mental dalam keadaan sehat.

Bahkan, hasil visum di RS Bhayangkara Polda Sulsel tidak ditemukan kelainan terhadap anak perempuan tersebut. Sementara, anak laki-lakinya tidak ada temuan atau kelainan juga.

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 4 = 1