Polri Sebut Pelaku Pembakaran di Wamena bukan Penduduk Asli

462

 Polri menyebut berdasarkan hasil penyelidikan dan pemetaan pihak kepolisian ditemukan fakta bahwa pelaku pembakaran dan tindak pidana kekerasan di Wamena, Jayawijaya, Papua, bukan orang asli daerah itu atau penduduk Lembah Baliem.

“Pelaku pembakaran bukan penduduk asli Wamena (orang Lembah Baliem). Mereka  justru banyak membantu memberi perlindungan kepada para pendatang dengan mengamankan di rumah warga maupun gereja,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya di Jakarta saat dihubungi, Senin (30/9/2019).

Bahkan dikatakan Dedi, kepala suku Lembah Baliem (Wamena) Agus Hubi Lapago secara khusus meminta para pendatang untuk tidak mengungsi karena sangat yakin masyarakat asli Wamena sangat mencintai masyarakat Papua yang merupakan pendatang.

“Karena mereka yakin para perusuh adalah kelompok diluar Wamena,” ujar Dedi.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini mengatakan bahwa sasaran tindak kekerasan tidak hanya ditujukan kepada etnis tertentu saja yang tinggal disana.

Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat ini, lanjut Dedi, aparat gabungan TNI dan Polri telah melakukan proses evakuasi bagi warga pendatang dengan menggunakan berbagai moda transportasi termasuk pesawat Hercules ke beberapa kota di Papua antara lain ke Jayapura.

Kesigapan aparat TNI dan Porli berhasil mengevakuasi sebanyak 3.213 orang ke Kota Jayapura. 543 orang diantaranya masih berada di tempat-tempat pengungsian antara lain di Lanud Silas Papare 101 orang, Rindam Jayapura 104, YON 751 172 orang, Paguyuban Minang ada 106 orang dan di Mussalah Attaqwa ada 66 orang.

Polisi menjamin kondisi keamanan di Wamena, Papua dan sekitarnya.

Polri menjamin keamanan di Wamena, tidak benar jika saat ini kondisi di Wamena tidak terkendali,” ucap Dedi.

Dedi menambahkan, Polri mengajak semua suku yang ada di Papua untuk bersama-sama menjaga kedamaian di Papua dengan terus meningkatkan rasa persaudaraan dan sebangsa. Sehingga tidak mudah diprovokasi oleh pihak luar yang menginginkan terjadinya perpecahan dan kerusuhan di bumi Cendrawasih. [] akurat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

78 − 75 =