Politisi PDIP kritik tajam kemampuan TNI AD vs US Army: Beda kelas

430
Ilustrasi latihan bersama antara prajurit AS dan TNI. Foto: Antara

Politisi PDIP Effendi Simbolon mengkritik kemampuan militer TNI AD saat mengikuti sasana bersama dengan militer AS US ARMY, di latihan gabungan bertajuk Garuda Shield 15/2021. Effendi Simbolon menyebut kemampuan militer RI tak ada yang spesial.

Publik tentu penasaran, apa maksud politisi PDIP itu membandingkan kemampuan militer TNI AD dengan US Army dari Amerika Serikat.

Dikaitkan penggantian Panglima TNI

Adapun pernyataan Effendi Simbolon sendiri dikatakan saat dimintai tanggapannya terkait rencana penggantian Panglima TNI RI yang akan dilakukan tak lama lagi. Anggota Komisi I DPR RI itu dikonfirmasi apakah parlemen sudah menerima nama dari presiden terkait rencana penggantian Panglima TNI ini.

Menurut Effendi, hingga kini DPR belum menerima pengajuan nama. “Sampai sekarang kami belum terima apa-apa dari Presiden soal rencana penggantian Panglima TNI. Namun (secara periode waktu), bisa jadi nama itu akan munvul pada November, berkaitan dengan akhir masa dinas. Kita tak ingin berandai-andai,” katanya di AKI Petang, dikutip Senin 9 Agustus 2021.

Ilustrasi TNI. Foto: Antara
Ilustrasi TNI. Foto: Antara

Lebih lanjut Effendi mengatakan, sebenarnya tak ada yang istimewa dengan penggantian Panglima TNI. Ini kata dia merupakan proses biasa yang terjadi dalam tubuh TNI. Apalagi sebenarnya ada isu yang lebih besar dan patut untuk diangkat ke permukaan.

Yakni soal kemampuan militer TNI AD dan keseluruhan militer Indonesia, yang kemudian dibandingkan dengan US Army saat latihan Garuda Shield kemarin.

Effendi kritik TNI AD vs US Army

Effendi lantas secara terang-terangan membandingkan kemampuan TNI AD dan US Army dalam latihan gabungan bersama. Menurut dia, inilah salah satu yang perlu dibenahi oleh jajaran TNI.

“Kalau kita bicara sejujurnya, kebutuhan TNI itu banyak sekali yang harus dibenahi. TNI kalau kita compare saat latihan Garuda Shield jujur saja, beda kelas, dengan kelas dunia yang saat ini menjadi standar militer,” terang dia.

“Kalau kita masih membawa ala standar Indonesia, enggak ada yang spesial,” tambahnya.

Maka itu dia menekankan, isu penggantian Panglima adalah hal yang sebenarnya biasa saja. Kecuali isu yang diangkat adalah berkaitan dengan kualitas prajurit, kemampuan tempur, penggunaan alat tempur, dan alat tempur itu sendiri.

Pasukan militer AS. Foto: Dok Antara.
Pasukan militer AS. Foto: Dok Antara.

“Kita banyak alat tempur, tapi kalau itu diperagakan di dalam latihan pertempuran belum bisa kita jadikan pegangan. Kalau mau jujur bagaimana batalyon mekanik, apakah bisa kita operasikan tank-tank tempur secara modern. Kan banyak sekali. Ini memang kurang elok kalau kita bicara media, seperti buka-buka kartu alat utama pertahanan negara kita.”

Namun, katanya, semua berpulang lagi kepada kita. Dia menilai memang saat ini Indonesia sudah sangat terlambat mengupgrade, memodernisasi militer. Maka itu dia mengkritik agar kita harus keluar dari karakter gaya saat ini agar bisa mengikuti irama.

Dia lantas mengibaratkan TNI AD seperti layaknya mengikuti olimpiade. “Kalau analoginya kita ya di kelas-kelas yang enggak bisa terlalu diandalkan ya,” katanya.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here