Politisi Demokrat: Mari catat di kertas sejarah, demokrasi pada rezim Jokowi mati!

383
Jokowi

Politisi Demokrat Rachland Nashidik mengungkapkan bahwa demokrasi di masa kepemimpinan atau rezim Presiden Jokowi semakin terpuruk.

Hal tersebut disampaikan Rachland terkait seruan di jejaring media sosial Twitter yang mendorong agar dirinya ditangkap.

Pasalnya, nama Rachland Nashidik belakangan jadi perbincangan hangat usai dirinya disebut telah menistakan lagu kebangsaan Republik Indonesia, yakni Indonesia Raya.

Walhasil banyak warganet di Twitter membuat tagar alias hashtag Tangkap Rachland Nashidik (#TangkapRachlandNashidik).

Politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik. Foto: Twitter
Politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik. Foto: Twitter | Politisi Demokrat: Mari catat di kertas sejarah, demokrasi pada rezim Jokowi mati!

Menanggapi fenomena tersebut, Rachland pun menyindir untuk mewujudkan keinginan dari kelompok yang disebutnya sebagai pendukung Presiden Jokowi.

Makanya Rachland menyarankan agar dirinya dan sejumlah pihak terkait ditangkap.

“Ayo, Pak Jokowi, penuhilah harapan para pendukung Anda yang sudah berpayah payah begini. Tangkap saya. Tangkap pembuat gambar. Tangkap para aktivis yang sudah lebih dahulu mengunggah,” kata Rachland dalam kicauan di akun jejaring media sosial pribadinya, dikutip Hops pada Senin, 9 Agustus 2021.

Rachland juga kembali menyindir bahwa demokrasi Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi telah mati.

“Mari bersama kita catat pada kertas sejarah Republik ini bahwa dibawah Anda (Jokowi) demokrasi: mati,” imbuhnya.

Kasus Rachland Nashidik

Politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik mengakui bahwa akun jejaring media sosial Twitter pribadinya diretas oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

Menurut penuturan Rachland, kejadian peretetasan tersebut awal mulanya terjadi pada Minggu, 8 Agustus 2021 malam.

Kala itu dia sedang membuat sebuah kicauan, kemudian secara tiba-tiba akun Twitternya keluar alias logout sendiri.

Rachland lantas menduga bahwa peretasan akun Twitter miliknya itu terkait aktivitasnya mengunggah foto atau gambar Presiden Jokowi sebagai tanggapan dari warganet yang meminta agar SBY melukis Hambalang.

“Kasus pemicu kejahatan peretasan agaknya gambar di bawah. Saya mengunggah gambar sebagai jawaban pada akun yang minta Pak SBY melukis Hambalang. Kita tahu, Cebongs selalu menyangkutkan apapun tentang Pak SBY dan Demokrat dengan Hambalang, meski kasus sudah lama selesai diadili,” ungkapnya.

Kicauan Politisi Demorkat Rachland Nashidik soal Jokowi. Foto: Twitter
Kicauan Politisi Demorkat Rachland Nashidik soal Jokowi. Foto: Twitter

Padahal, kata Rachland, gambar tersebut bukanlah karya miliknya. Namun dia pun menafsirkan gambar yang diunggahnya tersebut seperti mengontraskan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan kebijakan dari Presiden Jokowi.

Dalam gambar itu, seolah mengatakan bahwa kebijakan-kebijakan Jokowi mengkhianati Indonesia Raya.

“Gambar ini bukan karya saya. Ia, dalam tafsir saya, seperti mengontraskan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi. Seolah mau mengatakan, kebijakan-kebijakan Jokowi mengkhianati Indonesia Raya. Tapi tentu Cebongs punya tafsirnya sendiri,” imbuhnya.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here