Politikus Jadi Populer Gegara Baliho? Pengamat: Populer Belum Tentu Disukai!

373
Pengamat politik Adi Prayitno

Baru-baru ini publik dihebohkan dengan pemasangan baliho oleh beberapa politikus di sejumlah daerah.

Pemasangan baliho tersebut tentunya mengundang banyak reaksi baik bagi masyarakat maupun pejabat daerah dan pusat.

Adapun baliho yang saat ini tengah diperbincangkan yakni dari Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, serta Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Banyak warganet yang mengkritisi pemasangan baliho tersebut dengan dugaan para politisi mengambil ancang-ancang dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sementara saat ini masyarakat tengah berperang dalam masalah pandemi.

Ismail Fahmi selaku analis media sosial mengatakan bahwa menurut data yang ada popularitas Puan Maharani meningkat di beberapa minggu terakhir.

Bahkan, popularitas Puan diyakini setara dengan popularitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Menghitung volume percakapan, artinya popularitas di media sosial. Datanya ya seperti itu. Sebelumnya kan Puan rendah, beberapa minggu terakhir didongkrak melalui percakapan baliho,” ucap Ismail dikutip terkini.id, dari pikiran rakyat, Selasa, 10 Agustus 2021.

Ia pun mengatakan bahwa memang popularitas dari Puan naik, namun mesti di cross-check kembali apakah popularitas yang dibangun bersifat negatif atau positif.

 

“Soal popularitas iya naik, tetapi popularitasnya ini kan bisa positif, negatif, netral. Kita tidak melihat itu, pokoknya populer saja,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno mengatakan bahwa popularitas Puan dari pemasangan baliho justru mendapatkan banyak cibiran dari warganet.

“Alih-alih mendapatkan simpati dan dukungan publik, yang ada malah cibiran kan? Coba dicek, sejak munculnya baliho-baliho di pinggir jalan, orang bukannya respect, yang ada ya bully-an, kritik keras,” kata Adi.

Ia mengatakan bahwa cibiran tersebut didasari karena Puan dinilai tidak sensitif dengan keadaan yang ada.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here