Politikus Demokrat Sebut Pemerintah Gadai Keselamatan Rakyat Demi Kepentingan: Sungguh Miris!

522
Wakil Sekretaris Fraksi Demokrat DPR RI Irwan Fecho

Anggota Komisi V DPR RI dari fraksi Partai Demokrat, Irwan melontarkan pernyataan menohok kepada pemerintah yang saat ini tengah membiarkan 34 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China masuk ke Indonesia.

Padahal, beberapa waktu yang lalu pemerintah melalui Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan bahwa TKA dilarang masuk ke Indonesia selama penerapan PPKM.

Menurut Irwan, masuknya 34 TKA asal China telah menandakan bahwa pemerintah telah lost control terhadap penanganan pandemi Covid-19.

 

Irwan mengatakan bahwa pemerintah memang tidak pernah tegas dalam penanganan covid sejak awal.

“Pemerintah seperti kehilangan arah untuk putus penyebaran covid. Bahkan, sumber datangnya Covid-19 pun mereka tidak pernah tegas untuk putus alurnya,” ungkap Irwan dikutip terkini.id dari telusur, Rabu, 11 Agustus 2021.

Menurut Irwan, pemerintah sangat lemah dalam penanganan pandemi apalagi dalam hal menutup pintu masuknya virus, yakni bandara internasional.

“Pemerintah lupa bahwa virus itu lahir dari luar republik ini. Sejak awal pandemi, pemerintah lemah dalam menutup penerbangan internasional,” lanjutnya.

Irwan mengaku bingung dengan keputusan yang diambil oleh pemerintah Indonesia yang melarang mobilitas warga sendiri sementara mobilitas TKA asal China bebas keluar masuk negara.

“Entah bagaimana hati dan perasaan rakyat di tengah kehidupan dibatasi tanpa jaminan kebutuhan hidup selama pembatasan, lalu di depan mata TKA China bebas keluar masuk Tanah Air,” tuturnya.

Ia pun mengatakan bahwa pemerintah saat ini terlihat seperti mengggadaikan keselamatan rakyatnya sendiri demi kepentingan tertentu.

“Sementara, mereka semua tahu bahwa varian baru Covid-19 datangnya dari luar. Sangat miris keselamatan rakyat Indonesia digadaikan dengan kepentingan tenaga kerja asing di tengah pandemi,” pungkas Irwan.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here