Polisi Masih Tunggu Tes Kejiwaan Putri Akidi Tio Heriyanty dari Rumah Sakit Jiwa

502
Keluarga almarhum Akidi Tio saat tiba di Markas Polda Sumatera Selatan, Palembang. (Antara/M Rieko Elko)

Polisi masih tunggu tes kejiwaan putri Akidi Tio Heriyanty dari rumah sakit jiwa. Polemik terkait dana hibah Rp 2 triliun yang menghebohkan publik Tanah Air lantaran diduga fiktif, masih terus bergulir.

Kabar terkini terkait hal itu, anak bungsu Akidi Tio, Heriyanty menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar Palembang guna memastikan kondisi kejiwaannya.

Polisi sendiri masih menunggu hasil tes kejiwaan anak Akidi Tio. Pasalnya, sejak dibawa pada Rabu 8 September 2021 lalu, hasil pemeriksaan tersebut belum juga diterima pihak kepolisian.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Hisar Siallagan menjelaskan, Heriyanty menjalani observasi guna mengetahui kondisi kesehatan jasmani dan rohaninya.

Adapun observasi kesehatan dilakukan agar memudahkan penyidik dalam memeriksa Heriyanty.

“Seperti diketahui, dalam penyelidikan yang dilakukan terkadang ada kendala di kesehatan yang bersangkutan. Jadi butuh waktu untuk menarik kesimpulan dari tim pemeriksa kesehatan yang bersangkutan,” imbuh Hisar, seperti dilansir dari CNNIndonesia, Selasa 14 September 2021.

Ia menambahkan, sudah sepekan Heriyanty menjalani observasi di RSJ Ernaldi Bahar Palembang. Kendati demikian, pihaknya belum menerima laporan dari tim dokter. Walaupun sebelumnya pernah menjalani tes kesehatan dari dokter kepolisian dan psikolog, pihaknya perlu memastikan lebih lanjut.

“Untuk pro justisia tidak cukup laporan hasil observasi kejiwaan dari psikolog, harus dikuatkan tim psikiater atau dokter spesialis kejiwaan. Hingga saat ini, tim dokter spesialis kejiwaan dari RS Ernaldi Bahar sedang bekerja, kami menunggu laporan hasil observasi tersebut,” jelas Hisar.

 

Heriyanty sendiri menghadapi dua kasus sekaligus saat ini. Pertama, kasus polemik rencana pemberian bantuan Rp 2 triliun kepada mantan Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Eko Indra Heri bagi penanganan Covid-19 di Sumsel.

Sekaligus, kasus dugaan penggelapan serta penipuan yang dilaporkan Siti Mirza Nuriah, seorang dokter spesialis kandungan yang mengaku dirugikan Rp 2,5 miliar sama Heriyanty. Dari kedua kasus itu, Heriyanty hingga saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka kendati sudah satu bulan bergulir.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here