Polisi Disebut Bingung Cari Pasal untuk Jerat Anak Akidi Tio, Kasus Rizieq dan Pernyataan Mahfud Diungkit

551

Kasus Rizieq Shihab dan pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD diungkit usai terdengar kabar bahwa polisi kebingungan mencari pasal untuk menjerat anak Akidi Tio.

Seperti diketahui, anak Akidi Tio yang bernama Heriyanty sempat menghebohkan karena dugaan sumbangan fiktif Rp2 triliun.

Menanggapi hal ini, salah satu netizen dengan followers besar bernama Mas Piyu mengungkit soal kasus Riziq Shihab yang ditahan atas kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

“Polisi kebingungan cari pasal untuk jerat anak Akidi Tio, sementara Habib Rizieq cuma ngomong ‘kondisinya sehat’ kena pasal vonis 4 tahun,” katanya mengutip judul artikel Portal Islam pada Senin, 9 Agustus 2021.

Selanjutnya, ia juga membagikan cuitan lama Mahfud MD mengenai permainan pasal oleh oknum intelektual hukum.

“Setiap kasus bisa dicari pasal benar atau salahnya menurut hukum,” kata Mahfud pada 17 November 2017, seperti dikutip Terkini.id dari tangkapan layar Mas Piyu.

“Tinggal siapa yang lihai mencari atau membeli. Intelektual tukang bisa mencari pasal-pasal sesuai dengan pesanan dan bayarannya,” lanjutnya

Sebelumnya, diberitakan Tempo bahwa Kepolisian Daerah Sumatera Selatan kebingungan mencari pasal untuk menjerat anak mendiang Akidi Tio, Heryanty.

Dalam artikel yang diterbitkan Senin, 9 Agustus 2021 itu, dikatakan bahwa sulit untuk menemukan unsur pidana dugaan sumbangan fiktif Rp 2 triliun.

Awalnya, polisi akan memakai Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, namun batal karena belum ada yang dirugikan dalam janji sumbangan tersebut.

Opsi penggunaan pasal penipuan pun gugur sebab sifatnya adalah delik aduan. Artinya, harus ada pihak yang melaporkan Heryanty dulu agar polisi bisa memprosesnya.

Selanjutnya, kepolisian sempat terpikir menggunakan delik penghinaan negara dan membuat keonaran.

Namun, opsi itu lagi-lagi gugur karena Heryanty belum terbukti menghina negara dan berbuat onar.

Heryanty hanya berjanji menyumbang dan bukan orang yang mengundang awak media ketika mengumumkan.

Sulitnya mencari pasal ini mengakibatkan polisi tak kunjung menetapkan Heryanty menjadi tersangka.

Kendati demikian, polisi masih mengusut perkara ini. Hanya saja, penyelidikan memang ditunda sementara karena Heryanty sempat mengeluh sakit sesak nafas.

Selain itu, polisi juga masih menunggu surat balasan dari Bank Indonesia, guna meminta izin mengulik rekening Heryanty.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here