Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan di Asia Afrika Bandung

282
Warga Bandung Babak Belur Dikeroyok Tukang Tato di Alun-Alun

Polisi tengah menyelidiki adanya kasus penganiayaan yang diduga dilakukan pembuat tato temporary, yang menjajakan jasanya di Kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, kepada seorang warga.

Kejadian penganiayaan itu sempat viral setelah korban memposting kondisi paska dianiaya oleh pembuat tato temporary tersebut.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung melalui Kapolsekta Regol Kompol Edy Kusmawan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 5 Desember 2022, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar. Korban sudah membuat laporan, dan saat ini sudah dalam penyelidikan,” terang Edy, saat dihubungi via ponselnya.

Masih dikatakan Edy, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian dan pemeriksaan terhadap saksi korban serta saksi lainnya.

“Saat ini, pelaku tengah dalam pengejaran anggota,” katanya.

Adapun kasus ini, telah dilaporkan dengan nomor laporan polisi LP/B/09/I/2022/SPKT/POLSEK REGOL/RESTABES BDG/POLDA JABAR, yang dilaporkan oleh korban pada, Selasa 4 Januari 2022.

Ada kronologis kejadian penganiayaan, yang dikutip dari laman media sosial Facebook, melalui akun Neng Ullan, berawal saat ia menggunakan jasa penjaja tato temporary, di Asia Afrika pada Senin, 3 Januari 2022, penjual mematok harga Rp3.000 per cm, setelah selesai ternyata harganya mencapai Rp1 Juta.

Karena tak sanggup membayar, dirinya menghubungi sang Ayah yang sedang berjaga di posko salah satu organisasi masyarakat, yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Setelah ayahnya tiba, sempat terjadi cekcok antara ayah korban dan penjaja tato temporary. Cekcok mulut itupun berakhir dengan penganiayaan oleh beberapa orang.

“Ayah saya dihajar sama 20 org disitu ayah saya di siksa smpe ayah saya ga bisa ngapa ngapain juga masih di siksa, saya juga kena sama istri si tukang tatto tipunya,” kata dia,” tulisnya dalam laman Facebook.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here