Plesetkan Ikatan Cinta Jadi Sinetron ‘Terkendali’, Wasekjen Demokrat Sindir Mahfud MD dan Luhut

408

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Jansen Sitindaon plesetkan Ikatan Cinta menjadi sinetron ‘terkendali‘ dalam cuitan Twitter-nya @jansen_jsp.

Dalam cuitan, Wasekjen Demokrat tersebut meniru gaya bahasa unggahan Mahfud MD terkait sinetron Ikatan Cinta, namun ia bumbui dengan kata sindiran untuk Luhut perihal Covid-19 terkendali.

“PPKM memberi kesempatan kpd sy nonton serial sinetron TERKENDALI. Asyik jg sih, meski agak muter-muter. Tp pemahaman penulis cerita kurang pas,” tulis Wasekjen Demokrat Jansen Sitindaon dikutip Isu Bogor, Jumat, 16 Juli 2021.

 

“Menko yang mengatakan semua terkendali selang sehari mengatakan tak terkendali. Padahal penyataan pejabat publik dlm hukum bukti yg kuat,” sambungnya yang diduga warganet menyindir Luhut.

Alhasil, cuitan Jansen Sitindaon tersebut ramai diserbu warganet dengan beragam komentarnya.

“Disaat susah kek gini, ada ya pejabat publik bahas sinetron daripada rakyatnya yang banyak mengalami ksusahan ekonomi, gangguan kesehatan,” ungkap akun @yunimee_.

 

“Masalah penegakan hukum di sinetron… diulas secara hukum real di dunia nyata… Eeeeh masalah hukum di dunia nyata sudah seperti di sinetron…,” imbuh akun @hepipurwana.

“Kamu terlalu serius, padahal lg nyindir seseorang,” tambah akun @armansyah_40.

“Mereka para pejabat yg punya gaji tetap, dgn enaknya nonton sinetron ikatan cinta, sementara rakyat harus berjuang agar tidak kelaparan,” lanjut akun @Lasto781.

Seperti diketahui, Mahfud MD dan Luhut tengah menjadi sorotan di media sosial lantaran banyak menuai komentar negatif dari warganet.

Di satu sisi, Mahfud MD dianggap tak punya empati karena malah menonton sinetron Ikatan Cinta disaat rakyat kecil berjuang untuk bertahan hidup di masa PPKM Darurat ini.

Di sisi lain, Luhut kembali mendapat sindiran karena ketidaksesuaian pernyataannya yang beberapa hari lalu menyebut Covid-19 terkendali, baru-baru ini mengatakan bahwa corona varian Delta tidak bisa dikendalikan.

Selain warganet, sejumlah tokoh publik juga menyoroti dua menteri tersebut, di antaranya Susi Pudjiastusi, Fadli Zon, hingga Rocky Gerung.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here