PKS Tolak Ibu Kota Negara Baru, Salim Segaf Beberkan Sejumlah Alasan

1587
Salim Segaf

Rencana Pemerintah memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mendapat penolakan tegas dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Apalagi di awal tahun ini disebutkan, calon Ibu Kota Negara yang awalnya dijanjikan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ternyata akan didukung penuh. Sebanyak 50,3 persen APBN diperuntukkan untuk pembangunan IKN yang menuai kontroversi.

Ketua Mejelis Syura PKS, Salim Segaf al Jufri kembali angkat bicara tentang pemerintah yang terkesan memaksa untuk tetap melaksanakan pembangunan Ibu Kota Negara baru.

Menurut Salim Segaf , seharusnya pemerintah belajar dari sejarah. Proyek-proyek mercusuar beresiko mengorbankan rakyat.

Dalam cuitannya, dia juga membeberkan beberapa alasan PKS menolak Ibu Kota Negara baru.

“Sejarah Republik Indonesia menunjukkan: proyek-proyek mercusuar beresiko mengorbankan kesejahteraan rakyat,” ujar Salim Segaf sebagaimana dikutip SeputarTangsel.Com, Minggu 16 Januari 2022.

“Mengapa kita tidak belajar dari sejarah, bahwa legacy utama pemimpin: kesejahteraan dan keamanan rakyat? Bukan bangunan fisik yang jadi beban generasi mendatang,” ungkap Salim Segaf.

Dalam cuitan yang sama Salim Segaf mengunggah gambar  tentang alasan PKS menolak IKN.

Salah satu sebab pemerintah merencanakan pemindahan IKN adalah Jakarta tidak lagi memiliki daya dukung untuk mengatasi penduduk, polusi, keterbatasan air bersih, dan kemacetan lalu lintas. Kenyatannya, calon IKN baru juga mempunyai masalah yang sama.

Selanjutnya, pemerintah menjadikan pemerataan pembangunan sebagai alasan pemindahan IKN. Ternyata, berdasarkan simulasi Computable General Equlibrium (Model CG3) INDEF, pemindahan IKN berdampak sangat kecil pada penungkatan gross domestic bruto (GDP), baik jangka panjang dan pendek.

Terakhir, menurut PKS pembangunan dan pemindahan IKN harus dihentikan, karena indikator ketahanan utang Indonesia sudah melampaui batas.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here