PKS Sindir Angka Kemiskinan di Solo, Gibran: Cek Data BPS

255
Gibran Rakabuming Raka

Semarang – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, merespons pernyataan Jubir PKS, Muhammad Kholid, soal kemiskinan di daerah yang dipimpinnya. Gibran mempersilakan untuk mengecek langsung di kotanya.

Hal itu diungkapkan Gibran usai acara pengarahan dari Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, di Rennaisance Ballroom, Tembalang, Kota Semarang. Gibran juga meminta cek lagi data BPS.

“Cek data BPS. Silakan teman-teman media cek kondisi lapangan seperti apa,” kata Gibran singkat, Minggu (18/9/2022).

Untuk diketahui, pernyataan Muhammad Kholid muncul setelah menanggapi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyindir PKS untuk fokus mengurusi Kota Depok dibanding sibuk mengkritik kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Alhamdulillah, Kota Depok selama dipimpin PKS telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 2.58% hingga 2021. Capaian ini merupakan tingkat kemiskinan terendah ketiga di Indonesia!” kata Kholid dalam keterangannya dikutip dari detiknews, Minggu (18/9/2022).

“Tidak hanya itu, di bawah kepemimpinan kader PKS, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Depok juga mencapai peringkat tertinggi ketiga di Jawa Barat,” imbuhnya.

Sebagai warga Depok, Kholid ia mengajak Hasto membandingkan capaian tingkat kemiskinan di Kota Solo di bawah kepemimpinan Gibran Rakabuming Raka dan PDIP atau Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ganjar Pranowo yang juga kader PDIP.

“Kalau Sekjen PDIP mau adu prestasi kepala daerah, boleh saja. Mari kita bandingkan mana yang sukses? PKS atau PDIP yang berhasil turunkan angka kemiskinan?” tantang Kholid kepada Hasto.

“Kota Solo lama di bawah kepemimpinan PDIP. Dari Pak Jokowi hingga sekarang putranya Gibran. Bagaimana prestasi pengentasan kemiskinannya?” tanya Kholid.

Ia kemudian menjelaskan, berdasarkan data BPS bahwa tingkat kemiskinan di Kota Solo mencapai 9,4% pada 2021.

“Di level kota, Solo adalah kota dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah! Inikah prestasi yang dibanggakan PDIP?” katanya.

Menurut Kholid, Jawa Tengah juga gagal menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem. Jumlah daerah kategori miskin ekstrem justru naik dari 5 daerah menjadi 19 daerah pada 2021. Jawa Tengah juga merupakan provinsi kedua tertinggi tingkat kemiskinannya setelah DIY dibandingkan dengan provinsi lainnya di Jawa. Tahun 2021, Jawa Tengah tingkat kemiskinannya mencapai 11,25% di 2021.

“Jawa Tengah itu tingkat kemiskinannya tertinggi kedua di Pulau Jawa dan angkanya lebih tinggi dari tingkat kemiskinan nasional,” imbuhnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : detik.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 1