Pigai Dan Jawa Tengah

323
Natalius Pigai

Penderitaan akibat ketimpangan harkat martabat serta kesetaraan sebagai bagian utuh anak bangsa Indonesia dan sikap kepemimpinan Jokowi yang dipandang berpura-pura terhadap rakyat Papua selama ini sangat dirasakan oleh aktivis orang Papua Pigai.

Tentu orang bertanya-tanya dimana kemunafikannya ? Meski kebanyakan orang Papua adalah masyarakat sederhana namun sesungguhnya mereka memiliki kepekaan perasaan dan suara hati terhadap setiap perlakuan orang luar Papua terhadap mereka.

Itu sebabnya mengapa orang Papua Pigai selaku aktivis sosial politik yang tentunya merupakan salah satu ujung gaung perasaan rakyat Papua yang tak berdaya menyuarakan kesedihan dan kepedihan hati mereka.

Rakyat Papua merasa bahwa Pemerintahan Jokowi lebih memakai Papua untuk keperluan ‘show off’ atau pencitraan melalui ekspose pembangunan beberapa sarana dan prasarana serta kebijakan yang cenderung bersifat meterialistis belaka.

Padahal orang Papua tahu kekayaan tanah Papua jauh sekali antara yang telah dikuras dengan apa yang dibalas untuk mereka. Jangankan berkali-kali datang ke Papua bahkan ratusan kali pun seorang pemimpin datang ke tanah Papua bila hanya untuk kepentingan bersandiwara maka mayoritas rakyat Papua pasti tahu.

Maka orang luar Papua apakah itu orang Padang, orang Medan, orang Jakarta, Orang Bali, orang Jawa Barat pun orang Jawa Tengah hanya akan dapat merasakan denyut suara hati orang Papua bahkan suara alam Papua, bilamana datang kesana hanya dengan niat berbagi kebahagiaan dengan tulus hati tanpa maksud karena sudah memetik keuntungan besar dari tanah ‘Cendrawasih’ itu.

Orang Papua secara sederhana mungkin mirip sebuah ungkapan “anda jual saya beli” Bilamana dihadapkan pada keadaan selalu dibodohi atau dianggap bisa dikelabui terus menerus. Maka apakah salah bila suara gaung hati warga Papua itu ditujukan langsung kepada Pemimpin yang dipandang perlu bertanggung jawab dimana kebetulan ada dua nama disebutkannya, Jokowi dan Ganjar yang kebetulan orang Jawa Tengah keduanya.

Pigai tentu memiliki alasan kuat bahkan sangat kuat untuk menyebutkan sekalian kesamaan asal propinsi kedua sosok pemimpin itu. Papua dalam banyak perilaku arogansi penguasa seakan bukan bagian bangsa Indonesia, tetapi saat bicara explorasi kekayaan alamnya barulah ada rasa milik Indonesia muncul.

Kemunafikan jenis ini mesti segera diakhiri dengan respek yang tulus sehingga bila kelak ada orang Papua bernama mirip yaitu Pigai yang lahir di Jawa Tengah, maka dia dapat dinarasikan dengan sebutan orang Jawa Tengah Pigai…

Adian Radiatus

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here