Pesan Paus Fransiskus di Malam Natal, Jangan Menyakiti Tuhan dengan Meremehkan Orang Miskin

219
Paus Fransiskus

Perayaan Natal di Basilika Santo Petrus nampak khidmat. Meskipun jumlah jemaat yang hadir jauh lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelum pandemi, kebaktian tetap berjalan lancar dengan isi kotbah Paus Fransiskus yang begitu dalam.

Di hadapan sekitar 1.500 orang, Paus mengatakan bahwa orang yang acuh tak acuh terhadap orang miskin sama dengan menghina Tuhan. Yesus dilahirkan tanpa apa-apa, dan dia mendesak semua untuk “melihat lebih dalam dan melampaui semua lampu dan dekorasi” agar bisa mengingat lagi bahwa ada orang yang hodup lebioh susah dan paling membutuhkan.

Paus yang tidak mengenakan masker, berjalan menyusuri lorong tengah basilika saat paduan suara Kapel Sistina menyanyikan Noel, memulai liburan Natal yang memperingati kelahiran Yesus di palungan di Betlehem. Acara kebaktian pada Jumat (24/12) tengah malam itu, dibatasi oleh aturan Covid-19, sehingga jumlah jemaah hanya sekitar seperlima dari tahun-tahun sebelum pandemi.

“Saudara-saudara, berdiri di depan buaian, kami melihat lebih dalam, di luar semua lampu dan dekorasi yang indah. Kami memikirkan anak-anak itu,” kata Paus, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/12)

Bayi Yesus yang lahir dalam kemiskinan harus mengingatkan orang bahwa melayani orang lain lebih penting daripada mencari status atau visibilitas sosial atau menghabiskan seumur hidup untuk mengejar kesuksesan, ujar Paus yang saat ini berusia 85 tahun.

“Di dalam mereka (orang miskin), dia ingin dihormati,” kata Paus, yang telah menjadikan pembelaan orang miskin sebagai landasan kepausannya.

“Pada malam yang penuh cinta ini, semoga kita hanya memiliki satu ketakutan, yaitu takut menyinggung cinta Tuhan, menyakitinya dengan meremehkan orang miskin, dengan ketidakpedulian kita. Yesus sangat mencintai mereka, dan suatu hari mereka akan menyambut kita di surga,” kata Paus.

Beberapa saat sebelum kebaktian dimulai otoritas Italia mengumumkan bahwa pemerintah mendesak semua orang di negara itu untuk melakukan vaksinasi, terutama untuk karyawan Vatikan.

Organisasi Buruh Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa ada lebih dari satu juta kematian terkait pekerjaan setiap tahun.

Italia melaporkan rekor harian kedua berturut-turut untuk kasus Covid-19, dengan infeksi baru mencapai 50.599 kasus.

Ini adalah Natal kedua yang dibarengi pandemi. Perayaan Natal juga dilakukan Di Manger Square Bethlehem, di mana pengunjung mengenakan topi Santa dan menabuh genderang menandai Malam Natal dengan lebih sedikit orang yang hadir akibat ketakutan akan virus corona.

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 5 =