Perang Komentar Ustadz Yusuf Mansur & Ustadz Maaher Atthuwalibi Soal Wirda Mansur di Film The Santri

1125

Perang Komentar Ustadz Yusuf Mansur dan Ustadz Maaher Atthuwalibi tentang Wirda Mansur di Film The Santri

ya Ustadz Maaher Atthuwalibi mengkritik keras dan pedas anak Ustadz Yusuf MansurWirda Mansur dalam film The Santri.

Kritik pedas itu disampaikan Ustadz Maaher Atthuwalibi di akun Instagram miliknya @ustadzmaaher.atthuwailibi.

Ustadz Maaher Atthuwalibi bahkan menyebut film The Santri menjadi The Goblok.

Sebelum Ustadz Maaher Atthuwalibi, mengutip Tribunnews, pasca film The Santri yang diperankan oleh sang putri menuai kecaman, Ustadz Yusuf Mansur tampaknya kembali mendapat sorotan soal perilaku Wirda Mansur.

Masih dihubung-hubungkan dengan akting sang putri di film The Santri, kali ini Ustadz Yusuf Mansur kembali disindir soal ceramah lawasnya soal bahaya pacaran.

 

Ya, beberapa waktu lalu, Ustadz Yusuf Mansur pernah memberikan tausiyah di depan khalayak soal bahaya pacaran.

Mengetahui ceramah tersebut, Warganet pun akhirnya membuat sebuah video yang menghubungkan ceramah Ustadz Yusuf Mansur soal bahaya pacaran itu dengan perilaku yang ditunjukkan oleh Wirda Mansur.

Video yang diunggah oleh akun Instagram opposite6890 itu menayangkan ceramah Ustadz Yusuf Mansur beberapa waktu lalu soal perilaku anak zaman sekarang.

Kala itu, Ustadz Yusuf Mansur menentang keras soal perilaku anak-anak remaja yang menganggap enteng soal hubungan dengan lawan jenis.

Pun dengan pacaran, Ustadz Yusuf Mansur kala itu sangat menentang pacaran, apalagi dengan pacaran islami.

“Anak-anak sekarang kelakukannya Masya Allah. Pegangan tangan udah enggak apa-apa, cipika-cipiki udah enggak apa-apa. Padahal itu bahayanya. Seram. Jangan main-main. Pacaran itu enggak ada, pacaran islami enggak ada !” ucap Ustadz Yusuf Mansur dalam video.

Video berdurasi satu menit itu tak hanya memperlihatkan ceramah lawas Ustadz Yusuf Mansur soal pacaran.

Dalam cuplikan video tersebut, diselipkan pula momen kebersamaan Wirda Mansur dengan Gus Azmi yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan publik. (KN)

View this post on Instagram

. . @yusufmansurnew saya aminkan doa antum, aamiin… Semoga antum benar-benar berdoa demikian dan bukan Playing Victim, aamiin . USTADZ YUSUF MANSUR, percayalah.. Kami semua Cinta pada antum. Makanya kami berusaha menyelematkan antum dari KESESATAN. kami mengkritik antum dan anak antum karena JELAS SALAH, tanpa kepentingan sama sekali. Kenapa kami keras, pedas ? Ya, semua orang punya gaya masing-masing dalam menyampaikan pesan dakwahnya . Kenapa ngga ketemu langsung ? Jumpa langsung ? Karena MENUNAIKAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR tak mesti bertemu langsung. Penyimpangan yang dipublis di hadapan publik, maka dikritik didelan publik. Kesalahan yang di lakukan sembunyi-sembunyi, maka nasehati secara sembunyi-sembunyi pula. Begitu kaidah nya. Mengkritik Jokowi juga tak perlu bertemu langsung dengan jokowi kan, begitu kira-kira . Semoga antum dan anak-anak antum kembali ke jalan yang benar. Kita berdakwah lagi seperti dulu. Adapun perasaan ? Emang pahit sih. Karena obat itu memang pahit, tapi menyembuhkan. Kata Nabi, “Qulil Haq Walau Kaana Murron” (Sampaikan yg benar itu walaupun pahit). . – Terimakasih –

A post shared by 🇵🇸 UST MAAHER AT-THUWAILIBI 🇵🇸 (@ustadzmaaher.atthuwailibi) on

 

Kritik pedas Ustadz Maaher Atthuwalibi itu diposting kembali oleh Ustadz Yusuf Mansur.

Terhadap kritik pedas itu, Ustadz Yusuf Mansur menuliskan keterangan sebagai berikut:

#Repost @ustadzmaaher.atthuwailibi

– THE GOBLOK –

(Makasih Ust Maaher. Mhn doa antum dan semua para guru. Untuk saya dan Wirda khususnya. Segala doa dan kebaikan u/ antum dan keluarga besar semua. Salam dari kami).

Doa ini kemudian diamini oleh Ustadz Maaher Atthuwalibi:

@yusufmansurnew saya aminkan doa antum, aamiin…

Semoga antum benar-benar berdoa demikian dan bukan Playing Victim, aamiin

USTADZ YUSUF MANSUR, percayalah..

Kami semua Cinta pada antum. Makanya kami berusaha menyelematkan antum dari KESESATAN. kami mengkritik antum dan anak antum karena JELAS SALAH,

tanpa kepentingan sama sekali. Kenapa kami keras, pedas ?

Ya, semua orang punya gaya masing-masing dalam menyampaikan pesan dakwahnya

Kenapa ngga ketemu langsung ? Jumpa langsung ?

Karena MENUNAIKAN AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR tak mesti bertemu langsung.

Penyimpangan yang dipublis di hadapan publik, maka dikritik didelan publik.

Kesalahan yang di lakukan sembunyi-sembunyi, maka nasehati secara sembunyi-sembunyi pula. Begitu kaidah nya.

Mengkritik Jokowi juga tak perlu bertemu langsung dengan jokowi kan, begitu kira-kira

Semoga antum dan anak-anak antum kembali ke jalan yang benar.

Kita berdakwah lagi seperti dulu. Adapun perasaan ? Emang pahit sih. Karena obat itu memang pahit, tapi menyembuhkan.

Kata Nabi, “Qulil Haq Walau Kaana Murron” (Sampaikan yg benar itu walaupun pahit).

– Terimakasih –

 

View this post on Instagram

. . – THE GOBLOK –

A post shared by 🇵🇸 UST MAAHER AT-THUWAILIBI 🇵🇸 (@ustadzmaaher.atthuwailibi) on

 

Polemik Film The Santri , Setelah Sindiran Go International, Livizheng Kembali Diserang

Nama Livi Zheng kembali mengudara berkat Film The Santri, setelah dialognya dengan Sutradara Joko Anwar dan John De Rantau di salah satu stasiun televisi.

Karya sutradara Bali Beats of Paradise ini sedang jadi sorotan, mengingat namanya disebut-sebut sebagai seniman muda yang menembus Hollywood.

Untuk film terbarunya The Santri, Livi berkolaborasi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Uama (PBNU).

Trailernya sudah diunggah di NU Channel Senin malam, (9/9/2019).

Film The Santri melibatkan sejumlah peran yang tak asing, diantaranya ada Wirda Mansur, putri Ustadz Yusuf Mansur, Azmi Askandar atau Gus Azmi, Emil Dardak, dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Dari trailernya terlihat film berlatar belakang santri ini sepertinya ingin menceritakan perjalanan meraih mimpi di Amerika.

Ada beberapa adegan yang cukup menarik seperti silat di awal trailer dan adegan Wirda Masur, tokoh santri putri yang menunggangi kuda.

Mengingat nama Livi yang ramai mewarnai media sosial baru-baru ini, membuat film The Santri semakin ditunggu-tunggu sineas Indonesia dan para santri, tentunya.

* PBNU Gandeng Sutradara Livi Zheng Garap Film “The Santri ” Angkat Santri Indonesia Sampai AS

“Ketika diminta menyutradarai film ‘The Santri’, sebuah kebanggaan. Sejarah Indonesia tidak lepas dari sejarah santri. Lalu ini mengangkat keragaman budaya Indonesia,” tutur wanita cantik Livi Zheng dalam konferensi pers produksi film “The Santri”, Senin (9/9/2019) di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta.

Film yang produksinya bekerja sama dengan pihak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut diperankan Gus Azmi, Veve Zulfikar, Wirda Mansur dan Emil Dardak.

Ketika ditanya apakah Livi Zheng juga akan ikut ambil bagian sebagai pemain seperti di sejumlah film dia sebelumnya, Livi Zheng mengaku belum memutuskannya karena masih berdiskusi dengan tim produksi.

Menurut Livi Zheng, syuting akan berlangsung di Indonesia dan Amerika Serikat mulai Oktober mendatang. Film diprediksi tayang pada April 2020.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan, “The Santri” bisa menjadi media dakwah dalam konteks pendidikan, budaya dan akhlak sekaligus sarana memperkuat, memperkokoh Islam di Nusantara.

“Ciri khas Islam Nusantara, Islam yang harmonis dengan budaya, kecuali budaya yang bertentangan dengan syariat. Melalui film ini kita dakwahkan Islam yang santun, menjadikan Indonesia kiblat peradaban bukan kiblat solat ya,” terang Ketum PBNU Said Aqil Siroj didampingi Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini.

Kemudian, mengenai alasan menggandeng Sutradara Livi Zheng, PBNU mengatakan, terlepas dari pembicaraan banyak orang, jaringan Livi Zheng di Hollywood yang diyakini luas menjadi salah satu alasannya.

Selain itu, sosok Livi Zheng yang muda diharapkan bisa menghasilkan karya yang cocok untuk para milenial, tidak hanya di Indonesia tetapi dunia.

Komposer Purwacaraka juga terlibat dalam film tersebut.

Saat ini, Purwacarakan mengaku masih berdiskusi dengan sejumlah pihak terkait indentitas Ke-Indonesia-an seperti apa yang akan ditonjolkan dalam film “The Santri” lewat musik pengiringnya.

“Kita nanti akan lihat, masih harus berdiskusi sejauh mana identitas muncul agar pas di market. Intinya semua yang bermaksud baik untuk kemajuan Indonesia harus saya support,” pungkas Kompuser Purwacaraka. Tribunnews

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here