Perang Baliho Di Era Pandemi, Babe Haikal : Bawa Paket Obat & Vitamin, Turunin Itu Baliho!

467

Jakarta, 11 Agustus 2021 – Bertebaranya baliho sejumlah politisi di daerah pada saat negeri ini masih dilanda  pandemi menimbulkan pro kontra sejumlah kalangan. Dari mulai budyawan,politisi,tokoh agama merespon hal tersebut. Budayawan SudjiwoTedjo dalam pada akun Twitternya @sudjiwotedjo Mengatakan, pagi, ku dukung penuh bila TENTARA kembali turun tangan turunkan baliho-baliho yang :  1. Tidak senasib rasa pandemi. 2. Tidak etis terhadap presiden Jokowi yang sisa jabatannya masih lama 3. Bahan balihonya bisa cepat-cepat dimanfaatkan rakyat untuk tenda kaki lima UMKM: soto Lamongan,dll.

Menanggapi menjamurnya baliho para politisi yang justru marak disaat Masarakat membutuhkan bantuan untuk meringankan beban mereka  dalam menghadapi pandemi yang  berdampak pada  perekonomian khususnya Masarakat kecil, Ustad Haikal Hassan atau yang disapa Babe Haikal mengatakan, ijinkan saya menyampaikan saran bukan soal dikenal tapi yang lebih enak itu dipercaya, caranya Baliho itu diturunin ganti!. Babe Haikal menjelaskan, 1 baliho untuk sewa 6 bulan dari daerah Pluit,Slipi sampai dengan Cawang itu satunya 2 Milyar, kalau saya hitung-hitung kalau dibagikan obat yang telah saya rancang dan jalankan selama berberapa kali,  bisa menjadi 8 ribu paket. Hal tersebut disampaikan dalam program catatan Demokrasi Tv One yang disiarkan secara langsung semalam ( 10/8/2021 ) .

Menanggapi saran babe Haikal, politisi dari partai Golkar Maman Abdurrahman menyambut baik saran tersebut,hanya saja beliau ( Maman Abdurrahman ) berkata, kalau bagi kami pasang Billboard sementara apa yang menjadi aspirasi masarakat sampaikan ke kami dan kami akan siap memfasilitasi itu semua.

Sementara itu kapitra Ampera politisi PDI Perjuangan, menganggap soal dana yang keluarkan untuk baliho adalah hak dasar manusia yang tidak melanggar konstitusi kalaupun ada tujuan itu adalah hak politik kapan pun masanya tidak ada yang terganggu.

Merespon pendapat dari kapitra Ampera, politisi Partai Gerindra Fadli Zon, yang dipertanyakan Masarakat adalah waktunya, ditenggah pandemi . Ini persoalan empati,kepekaan. Pandemi ini telah memutar balikan tatanan global,sosial. Seharusnya politik meredivisikan diri sebagian dari alat pembangun peradaban dan kuncinya adalah adab.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here