Pengurus Besar HMI buka suara Habib Bahar ditahan, arahnya jelas dukung…

644
Habib Bahar Smith

Bendahara Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Abdul Robbi Syahrir buka suara soal status Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dan harus mendekam di penjara untuk penyidikan lebih lanjut.

Habib Bahar bin Smith ditahan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat terkait perkara ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong.

Abdul Robbi menegaskan bahwa PB HMI mengapresiasi langkah tegas Kepolisian, terkhusus Polda Jawa Barat, yang dinilainya sangat cepat menetapkan keputusan tersangka kepada Habib Bahar Smith.

Logo HMI

“Menurut kami, apa yang dilakukan Polda Jabar itu sudah tepat. Karena bagaimana pun, semua orang secara prinsip keagamaan, itu diperboleh kan berceramah. Tapi ingat, negara ini punya aturan main, dan tidak semua orang di negara ini, tidak dibenarkan melakukan ceramah, yang memprovokasi apalagi menyebarkan ujaran kebencian dan informasi hoax,” kata Robbi dalam keterangan tertulis dikutip Hops.id pada Selasa,4 Januari 2021.

Dia mengatakan dalam penanganan perkara yang menjerat Habib Bahar Smith, PB HMI percaya institusi Polri, selaku lembaga penegak hukum, bisa berlaku adil dan bijaksana.

Termasuk juga Polda Jabar yang saat ini menanganani perkara tersebut, pihaknya meyakini aparat kepolisian sudah memenuhi prinsip-prinsip Presisi seperti menjadi tagline Kapolri.

“PB HMI dalam hal ini percaya institusi Polri, apa yang dilakukan Polda Jabar dalam menangani perkara, pastinya sudah mengedepan prinsip keadilan hukum. Bagaimana pun, hukum harus tegak. Negara tidak boleh kalah. Oleh karena itu, kami mengapresiasi langkah tegas Polri, terkhusus Polda Jabar, yang sudah kami nilai adil dalam memutuskan persoalan hukum ini,” ujarnya.

Bahar bin Smith ditetapkan Polda Jabar sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan hoaks. (Syamsuddin Nasoetion)

Sebagaimana diketahui, Polda Jawa Barat menetapkan Habib Bahar sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong. Habib Bahar jadi tersangka setelah menjalani pemeriksaan selama beberapa jam.

Penetapan tersangka terhadap Bahar sendiri dinyatakan telah sesuai dengan hasil penyidikan dan pemeriksaan ditambah dua alat bukti yang sah didapat oleh penyidik Polda Jabar.

Habib Bahar diperiksa berkaitan dengan laporan yang awalnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan polisi bernomor B 6354/12/2021 SPKT PMJ 2021.

Habib Bahar dijerat dengan Pasal 14 Ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana jo Pasal 55 KUHP, dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana jo Pasal 55 KUHP, dan atau Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45a UU ITE jo Pasal 55 KUHP.

 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here