Pengakuan Habib Bakar Smith: Zein Kribo Dulu Sukses, Kini Miskin

610
Habib Bakar Smith

Keturunan Nabi, Habib Bakar Smith mengungkap sisi lain dari pendakwah yang belakangan ini menjadi perhatian publik yakni Habib Zein ‘Kribo’ Assegaf.

Habib Bakar Smith lewat cuitannya di Twitter, Rabu 19 Januari 2022, mengungkap sisi lain dari Habib Zein Kribo.

Menurutnya, banyak orang yang menilai seseorang hanya dari penampilan luar dan kesantunan yang mereka perlihatkan demi pencitraan.

“SISI LAIN DARI HABIB KRIBO Banyak orang hanya menilai orang dari outlook dan kesantunan yang dikemas demi pencitraan,” cuit Habib Bakar Smith.

Ia pun lantas mengungkap sisi lain Habib Kribo Zien Assegaf itu lewat narasi di kolom komentar kicauannya tersebut.

 

Bakar Smith awalnya mengungkapkan bahwa dirinya pernah menulis artikel soal sosok Habib Kribo saat penceramah itu belum terkenal seperti sekarang ini.

“Beberapa tahun lalu saya pernah menulis sebuah artikel singkat tentang teman saya ini, tapi karena saat itu dia belum setenar sekarang tak banyak yang membacanya,” ujar Habib Bakar.

Habib Bakar pun menyebut bahwa Zein Kribo merupakan orang yang sangat berjasa kepada dirinya saat ia pulang ke Tanah Air.

 

“Zen Assegaf adalah satu dari beberapa yang amat berjasa kepada saya sejak pulang ke Tanah Air dan punya saham dalam kehidupan saya sejak menginjakkan kaki di Cililitan Kecil sekitar 20 tahun silam. Saya takkan mampu menebus kedermawanan pria yang dikenal pemberani ini,” ungkapnya.

Menurut Bakar Smith, dulunya Zein Assegaf di masa muda pernah sukses dalam karirnya sebagai akuntan.

“Saat menjalani profesi akuntan di beberapa perusahaan asing dan sukses dalam karir di usia muda. Rumahnya menjadi hotel bintang 5 gratis bagi siapapun dari luar Jakarta yang singgah dan bermalam bahkan tak jarang menjadi tamu lebih dari sebulan tanpa perubahan dalam kualitas pelayanan dan kehangatan,” bebernya.

Akan tetapi, kata Bakar, kehidupan Zein berubah drastis usai dihantam badai ekonomi krisis moneter.

“Mungkin akibat hantaman badai ekonomi krisis moneter, Zen kehilangan klien-klien perusahaannya. Karena terbiasa berderma, Zen tak pernah mengeluhkan keadaan meski perlahan tapi pasti situasi finansialnya tak juga membaik sementara kebutuhan hidup, termasuk membiayai studi tiga puteranya juga beberapa anggota keluarganya,” tuturnya.

Demi bertahan hidup, menurut Bakar Smith, Habib Kribo pun menjual satu persatu aset kekayaan yang ia miliki.

Dia menjual satu demi satu asetnya hingga menjual setengah rumahnya yang semula punya dua halaman muka dari dua gang berbeda. Rumahnya mulai sepi pengunjung. Zen berusaha bertahan dengan memulai mencoba usaha kecil-kecilan demi bertahan hidup.

Sejak saat itu, lanjut Habib Bakar Smith, Zein Kribo menjalani kehidupan serba kekurangan alias miskin.

“Namun ternyata episode ujian belum berakhir. Sisa setengah rumahpun dilepasnya demi memenuhi janjinya memberikan pendidikan berkualitas kpd tiga puteranya. Zen resmi miskin. Ia meninggalkan kampung halaman yang telah dinikmatinya sejak remaja hingga sukses sebagai profesional muda,” ujarnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : terkini.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here