Pengacara Bharada E Tahu Identitas Peneror, Deolipa Yumara: Makanya Kita Minta Perlindungan ke Pak Jokowi

85
Deolipa Yumara, kuasa hukum baru Bharada E

Pengacara Bharada Eliezer atau Bharada E, Deolipa Yumara, mengaku tahu identitas pria pengancam atau penerornya. Sewaktu ke Bareskrim, mereka juga sudah diancam-ancam atau diteror.

Pengacara Bharada Eliezer, Deolipa Yumara, mendapatkan ancaman atau teror dari pria terkait kasus tewasnya Brigadir Joshua.

Deolipa meminta perlindungan kepada Presiden Jokowi akibat ancaman atau teror dari pihak lain yang sudah dia ketahui identitasnya ini.

“Kita juga waktu ke Bareskrim juga diancam-ancam. Perkara besar sama saja ada yang ancam. Orang kan ada yang suka ada yang nggak suka. Ada kenal ada nggak kenal. Ada cinta ada benci. Kalau kami kan tetap mencintai semuanya,” kata Deolipa kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).

Deolipa Yumara mengaku tahu identitas pihak yang mengancamnya.

Namun Deolipa enggan membeberkan identitas siapa pengancamnya ini.

Namun dia mengungkapkan akibat ancaman ini, dia menyampaikan permintaan perlindungan kepada Jokowi.

 

“Saya tahu dong, tahu (identitas pemberi ancaman), makanya kita minta perlindungan ke Pak Jokowi kalau ada apa-apa,” ujarnya lagi.

 

Deolipa menyebutkan ancaman yang diterimanya belum dinilai parah. Menurutnya, sebagai pengacara, dia kerap mendapatkan ancaman saat menangani perkara besar.

“Tidak, biasa aja. Biasa kok, santai-santai. Biasa kita ngadapin yang begitu-begitu,” tambahnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sudah tiga kali memberikan peringatan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit agar mengungkap kasus tewasnya Brigadir Joshua ini secara jujur.

Pertama kali Jokowi bicara tentang kasus Brigadir Joshua ini saat di Subang, Jawa Barat, Selasa (12/7).

 

Meski bicara singkat, Jokowi meminta proses hukum dilakukan. Saat itu, belum ada tersangka dalam kasus ini.

“Ya proses hukum harus dilakukan,” kata Jokowi kepada wartawan saat itu.

Kemudian yang kedua, Jokowi berbicara saat kunjungan kerja di Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kesempatan itu, jokowi meminta kasus Brigadir Joshua diungkap secara terang benderang dan tidak ditutup-tutupi.

“Saya kan sudah sampaikan, usut tuntas, buka apa adanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi, transparan. Sudah!” kata Jokowi di akun YouTube Sekretariat Presiden pada 21 Juli 2022.

Saat itu, Jokowi mengatakan bahwa hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Ia ingin kepercayaan publik terhadap Polri dijaga.

“Itu penting untuk agar masyarakat tidak ada keragu-raguan terhadap peristiwa yang ada ini. Ini yang harus dijaga. Kepercayaan publik terhadap Polri harus dijaga,” tuturnya.

 

 

Kali ketiga Jokowi memberikan peringatan kepada Kapolri pada hari ini, Selasa (9/8). Jokowi kembali memerintahkan agar kasus ini diusut tuntas dan jangan ditutup-tutupi.

Presiden Jokowi kembali meminta agar kasus tewasnya Brigadir Joshua di rumah Ferdy Sambo jangan ragu-ragu untuk diungkap dan diusut tuntas.

 

“Sejak awal saya sampaikan usut tuntas,” kata Jokowi dalam pernyataannya di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (9/8/2022).

Presiden Jokowi meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit tidak ragu dalam menangani kasus pembunuhan Brigadir Joshua.

Dia ingin kebenaran diungkap apa adanya dan jangan ada keraguan apapun di pihak Polri.

 

 

“Jangan ragu-ragu, jangan ada yang ditutupi, ungkap kebenaran apa adanya, ungkap kebenaran apa adanya,” ujar Jokowi berulangkali.

Menurut Jokowi, hal itu penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegas Jokowi soal tewasnya Brigadir Joshua ini. (pojoksatu/fajar)

Sumber Berita / Artikel Asli : fajar

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 10 = 19