Pemerintah ‘Membangkang’ Rujukan WHO, Polikus Demokrat: Malu, Melihat Orang-orang Pintar Hilang Kecerdasan

640
WHO

Politikus Partai Demokrat terus mempertanyakan penghapusan angka kematian dari indikator penanganan Covid-19. Terlebih, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mensyaratkan hal tersebut.

Keputusan pemerintah itu menyusul adanya kesalahan saat memasukkan data kematian harian.

“Evaluasi tersebut kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin malam, 9 Agustus 2021.

Pengakuan Luhut ini muncul tatkala pemerintah melonggarkan level PPKM di 26 kabupaten/kota dari Level 4 menjadi Level 3 pada 10 hingga 16 Agustus 2021.

Luhut mengatakan, pelonggaran level PPKM di 26 kabupaten/kota tersebut “melanjutkan perbaikan kondisi di lapangan yang cukup signifikan.”

Politisi Demokrat Syahrial Nasution menilai pemerintah tidak mamu jujur dan transparan.

“Memang sulit menghadapi pemerintahan yg tdk mampu jujur dan transparan. Meminta bekerjasama tp menolak usulan. Berharap dukungan tp anti kritikan,” cuitnya pada akun @syahrial_nst, Selasa malam, 10 Agustus 2021.

Meski begitu, ia bertekad untuk mengungkap kebenaran.

“Kita tdk boleh menyerah krn kebenaran akan menemukan jalannya. Sbg bangsa, rasanya malu melihat orang2 pintar hilang kecerdasan,” ujarnya.

Politisi Demokrat lainnya, Yan Harahap kembali mengingatkan sarannya kepada pemerintah agar mengangkat bendera putih.

“Dari kemaren2 sdh dibilang kalau sdh tak mampu, mendingan ‘angkat bendera putih’. Itu lebih ‘gentle’ dprd mencoba ‘menutupi kegagalan’ dgn menghapus angka kematian,” ujarnya.

Hal tersebut menanggapi pemberitaan berjudul ‘Pemerintah Hapus Angka Kematian dari Indikator Penanganan Corona’.

 

Sementara itu berdasarkan buku pedoman WHO berjudul Considerations for implementing and adjusting public health and social measures in the context of COVID-19, penanganan corona di seluruh dunia pada dasarnya bertujuan untuk menekan angka kematian.

WHO menuliskan, “ublic health and social measures telah terbukti penting untuk membatasi penularan COVID-19 dan mengurangi angka pasien meninggal”.

Buku pedoman tersebut dipublikasikan pada 14 Juni lalu. Buku itu menjadi petunjuk praktis bagaimana sebuah negara dapat mengatasi pandemi. Sejumlah variabel untuk mengukur bagaimana keberhasilan suatu negara pun disediakan.

Menurut WHO, paling tidak ada empat indikator wajib (primary) untuk mengatasi pandemi. Yakni, tingkat rawat inap, kematian, kasus baru, dan testing.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here