Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3, Politisi PKS: Jadi Ditunda Saat Idul Fitri Saja?

707
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengumumkan pembatalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pengumuman pembatalan penerapan PPKM Level 3 itu disampaikan Senin 6 Desember 2021 oleh Luhut Binsar Pandjaitan dengan pertimbangan, penguatan 3T (testing, tracing, dan Treatment) dan capaian vaksinasi yang hampir sesuai target.

Dengan pembatalan PPKM Level 3, pemerintah sekaligus memutuskan untuk tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah jelang Natal dan Tahun Baru.

Syarat perjalanan juga tetap diperketat baik untuk perjalanan di dalam negeri dan luar negeri.

“Syarat perjalanan akan tetap diperketat, terutama di perbatasan penumpang dari luar negeri. Namun, kebijakan PPKM di masa Nataru (Natal dan Tahun Baru) akan dibuat lebih seimbang dengan disertai aktivitas testing dan tracing yang tetap digencarkan,” ujar Luhut sebagaimana dikutip SeputarTangsel.Com dari Antara, Senin 6 Desember 2021.

“Capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen. Vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa Bali,” ucap Luhut.

Pembatalan PPKM Level 3 mendapat perhatian dari masyarakat dan tokoh di Indonesia. Ada yang mengapresiasi pembatalan dan lainnya mempertanyakan keputusan yang cepat sekali berubah.

Salah satu tokoh yang menanggapi pembatalan PPKM Level 3 adalah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto.

Anggota DPR RI Komisi VII tersebut menyebut kebijakan pembatalan PPKM Level 3 sebagai inkonsistensi.

“Keputusan inkonsistensi seperti yang membuat pemerintah tidak berwibawa,” ujar Mulyanto sebagaimana dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @pakmul63, Selasa 7 Desember 2021.

Mulyanto kemudian menanyakan pelaksanaan kembali PPKM Level 3.

“Jadi ditunda saat Idul Fitri saja?” pungkas Mulyanto. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 5 = 5