Pasca Dugaan Penyerangan Diplomatnya, Nigeria Ancam Tinjau Hubungan dengan Indonesia

585

 Abuja – Pasca dugaan penyerangan diplomatnya, Nigeria ancam tinjau hubungan dengan Indonesia. Pasca kasus dugaan penyerangan terhadap agen diplomatik Nigeria di Jakarta belum lama ini, pemerintah Nigeria mengancam akan meninjau kembali hubungan diplomatiknya dengan Indonesia.

Menteri Luar Negeri Nigeria Geoffrey Onyeama telah memanggil Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Nigeria atas penyerangan itu.

Onyeama mengatakan, insiden yang tak terpuji itu bertentangan dengan hukum internasional dan Konvensi Wina yang mengatur hubungan diplomatik dan Konsuler antarnegara.

“Kementerian Luar Negeri menerima laporan dan telah melihat video yang beredar mengenai insiden yang tidak dapat diterima di Jakarta, Indonesia. Tentang penanganan dan penangkapan seorang agen diplomatik Nigeria di depan kantor resminya pada 7 Agustus 2021,” ungkap Onyeama dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Abuja, Selasa 10 Agustus 2021 kemarin.

“Pemerintah Nigeria telah mengadu keras kepada pemerintah Indonesia, dan Duta Besar Indonesia untuk Nigeria dipanggil Menteri Luar Negeri Nigeria. Duta Besar menjelaskan apa yang ia pahami terjadi dan meminta maaf tanpa pamrih atas nama pemerintah Indonesia,” imbuh Onyeama, seperti dilansir dari republika.co.id, Rabu 11 Agustus 2021.

“Pemerintah Nigeria telah mengirimkan protes resmi kepada Pemerintah Indonesia. Duta Besar Nigeria untuk Indonesia telah mengkonfirmasi, pejabat imigrasi yang terlibat sejak itu datang ke Kedutaan Besar Nigeria untuk meminta maaf kepada Duta Besar dan diplomat yang bersangkutan,” sambung Onyeama.

Menyusul hal itu, Dubes RI diperkirakan akan bertemu dengan Menlu di kemudian hari.

Dikutip dari Ripples Nigeria, diplomat Nigeria dianiaya pejabat Imigrasi Indonesia. Tidak jelas apa yang menyebabkan insiden itu. Tetapi, pejabat Nigeria tersebut dilecehkan di depan kantor misi diplomatik Nigeria di Jakarta pada Sabtu 7 Agustus 2021 lalu.

Dalam video viral kejadian yang beredar di media sosial, tiga pria terlihat bergulat dengan pria kulit hitam di dalam mobil. Mereka menjepit lehernya ke kursi mobil dan ia terus memohon bantuan.

Orang-orang itu terus menekannya saat ia berteriak, “Leherku” dan “Aku tidak bisa bernapas!”.

Sebelumnya, oknum petugas Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Kota Jakarta Selatan (Jaksel), diduga telah menganiaya seorang diplomat Nigeria pada Sabtu 7 Agustus 2021. Kepala Kantor Imigrasi Jaksel, Mujiono membenarkan insiden tersebut.

“Ini kan sudah diambil alih oleh Dirjen Imigrasi,” beber Mujiono saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa 10 Agustus 2021.

Kendati demikian, ia tidak merinci lebih jauh identitas dari pelaku dan korban tersebut guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jaksel, Muhamad Reza menuturkan, saat ini pelaku yang diduga melakukan tindakan tak terpuji tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Ditjen Keimigrasiaan Kementerian Hukum dan HAM.

“Betul, Sabtu kemarin kejadiannya, hanya saja kami mengikuti arahan pimpinan. Karena sampai saat ini petugas yang diduga pelaku sedang dimintai keterangan oleh Dirjen Keiimigrasian Pusat,” jelas Reza.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan konferensi pers guna menyampaikan perkembangan dari peristiwa tersebut.

“Jadi nanti akan ada press release. Setahu kami, pelakunya laki-laki itu berdasarkan video yang viral ya, petugas diplomatya juga demikian,” kata Reza.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here