Pasca Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, Densus 88 Tangkap 13 Terduga Teroris di 3 Daerah

156
Densus 88 Tangkap

JAKARTA — Berselang sehari dari aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, tim Densus 88 Antiteror menangkap 13 terduga teroris. Lima bom aktif juga didapatkan dalam penangkapan yang berlangsung berantai di tiga wilayah. Yakni, Makassar, Jakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, 13 orang itu diduga memiliki keterkaitan dengan aksi teror di Makassar. Sebanyak 4 di antara 13 orang tersebut ditangkap di Makassar. Yaitu, AS, SAS, MR, dan AA. Keempatnya diketahui satu kelompok dengan pelaku bom bunuh diri, L dan YSM. ”Kelompok kajian Vila Mutiara,” jelasnya kemarin (29/3).

Mereka diduga memiliki peran besar dalam aksi bom bunuh diri pada Minggu pagi tersebut. Di antaranya, menyiapkan rencana jihad dan membeli berbagai bahan peledak untuk merakit bom. ”Mereka juga yang memberikan doktrin untuk melakukan aksi biadab bom bunuh diri,” ungkap Sigit.

Di sekitar Jakarta, Densus 88 bergerak ke dua wilayah. Yakni, Condet di Jakarta Timur dan Bekasi, Jawa Barat. Dari penelusuran di dua lokasi itu, ditangkap empat terduga teroris: A, AH, AJ, dan BS. ”Diamankan juga bahan peledak dan bom,” katanya.

Selanjutnya, lima terduga teroris diringkus di NTB. Mereka merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kapolri menyatakan bahwa tim terus melakukan pengembangan untuk mengamankan terduga teroris lain.

Dalam rangkaian penangkapan itu, Densus 88 menemukan lima bom aktif dengan jenis bom sumbu, lima stoples besar berisi bahan kimia peledak, sulfur, flash folder, dan termometer. Sigit mengungkapkan bahwa bahan-bahan tersebut akan diolah menjadi peledak dengan berat sekitar 4 kilogram. ”Masih berkaitan dengan itu, ditemukan bahan peledak seberat 1,5 kilogram,” paparnya.

Sementara itu, di Condet, Densus menangkap pasangan suami istri. Mereka diciduk di rumahnya yang digunakan sebagai showroom mobil. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyatakan, terduga teroris A atau ZA berperan membeli bahan baku dan bahan peledak.

Kemudian, mereka memberitahukan cara pembuatan dan cara mencampurkan cairan-cairan yang telah disiapkan tersebut kepada terduga teroris BS. BS lalu memberi tahu NAJ alias AJ terkait dengan ”takjil”. ”Jadi, mereka mengistilahkan (bom, Red) dengan ’takjil’. Setelah dicampurkan, akan menghasilkan bom dengan ledakan besar,” terangnya.

AH atau HH ikut merencanakan dan mengatur teknis bersama ZA. ”HH yang hadir dalam beberapa pertemuan bertugas menyiapkan kegiatan-kegiatan amaliyah ini, membiayai, dan mengirimkan video tentang teknis pembuatan kepada tiga tersangka lainnya,” ungkapnya.

 

Hasil penggeledahan, kata Fadil, ditemukan lima bom aktif yang sudah terkait dalam bentuk kaleng dengan sumbu dari TATP (triacetone triperoxide atau aseton peroksida). ”Ini adalah sebuah senyawa kimia yang mudah meledak dan tergolong sebagai high explosive yang sangat sensitif. Karena itu, tim jibom dari satuan Gegana PMJ memutuskan untuk melaksanakan disposal di dua lokasi ditemukannya TATP tersebut, yaitu di Sukasari, Serang Baru, Bekasi, dan Condet, Jakarta Timur,” paparnya.

Sementara itu, terkait dengan L dan YSM yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Makassar, Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono menyatakan bahwa keduanya merupakan pengantin baru. ”Menikah enam bulan lalu,” ungkapnya.

Dilansir dari Fajar, kemarin tim Gegana Polda Sulsel, Densus 88 Antiteror, dan tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Polda Sulsel menggeledah rumah kontrakan pelaku di Jalan Tinumbu Lorong 123 Nomor 15, Kecamatan Bontoala. Penggeledahan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.05 Wita.

Informasi yang dikumpulkan, L menikahi YSM enam bulan lalu. Dia dinikahkan Rizaldy. Rizaldy merupakan salah seorang teroris yang meninggal bersama menantunya, Sanjai Ajis, saat penggerebekan di Vila Mutiara pada 6 Januari.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan di Mapolda Sulsel mengatakan, identitas dua pelaku diketahui setelah dilakukan identifikasi sidik jari dan pengambilan DNA keluarga mereka. Dia mengungkapkan, sebelum beraksi, L meninggalkan pesan melalui surat kepada ibunya.

Isinya berpamitan dan siap mati syahid. Di sisi lain, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa seluruh jajaran TNI siap mem-back up Polri dalam penanggulangan setelah bom bunuh diri di Makassar. Keterangan tersebut ditegaskan Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut Edys Riyanto.

”Panglima TNI menegaskan bahwa TNI siap mendukung Polri menindak tegas seluruh aktor dan kelompok yang bertanggung jawab terhadap aksi (bom bunuh diri) itu,” ujar Edys.

Sementara itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan jaminan pelayanan medis untuk semua korban. Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian di lokasi kejadian.

Itu dilakukan untuk memastikan jumlah korban serta rumah sakit yang dijadikan tempat merawat mereka. ”Semua pembiayaan akan ditanggung LPSK sebagaimana amanat undang-undang,” katanya. (idr/syn/mia/ygi/mum/edo/c14/c7/fal/jpg)

Sumber Berita / Artikel Asli : FAJAR

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...