Partai Mega Ambil Nama Partai Rachma, Tanda ke Arah Islah Keluarga?

738

PDI Perjuangan yang dipimpin Megawati Soekarnoputri akan menggelar Kongres V di Bali pada tanggal 8 hingga 11 Agustus mendatang.

Di dalam Kongres itu sejumlah agenda strategis akan diputuskan.

Informasi yang beredar di kalangan politisi menyebutkan, agenda utama Kongres V pada prinsipnya adalah persiapan menuju transisi dari Megawati kepada penerusnya.

Ada dua skenario yang sedang dibicarakan. Pertama, Megawati akan tetap memimpin partai itu. Sementara salah seorang anaknya, Prananda Prabowo, akan dipasang sebagai Ketua Harian. Adapun Puan Maharani akan diberikan posisi lain di partai dan jabatan Ketua DPR RI.

Sementara menurut skenario kedua, masih dari pembicaraan di kalangan pemerhati politik, dalam Kongres nanti Megawati akan mulai mengundurkan diri dari panggung utama, dan menjadi semacam Ketua Majelis Tertinggi. Lalu, memberikan kesempatan kepada anak-anaknya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani.

Bisa jadi Puan dipasang sebagai Ketua Umum sekaligus Ketua DPR RI, dan Prananda menjadi Ketua Harian yang melaksanakan tugas manajerial partai.

Hal lain yang juga menarik terkait Kongres V di Bali nanti adalah pilihan PDIP menjadi apa yang disebut sebagai partai pelopor.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, untuk menjadi partai pelopor semua kader PDIP diminta disiplin dalam teori dan organisasi berdasarkan Pancasila.

“Juga disipilin dalam gerakan di tengah rakyat,” ujarnya dalam jumpa pers di DPP PDIP, Jalan Pangeran Diponegoto, Menterng, Kamis pagi (1/8).

Yang menarik, Partai Pelopor adalah nama partai yang didirikan oleh adik Mega, Rachmawati Soekarnoputri dan pernah mengikuti pemilihan umum pada tahun 2004 dan 2009.

Partai ini pernah memiliki wakil di DPR RI dan di DPR daerah.

Namun menjelang Pemilu 2014, Rachma memutuskan bergabung dengan Partai Nasdem yang dipimpin Surya Paloh. Dan, menjelang Pemilu 2019 bergabung dengan Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto.

Ketika bergabung baik dengan Nasdem dan Gerindra, Rachma membawa serta semua perangkat partai.

Keputusan PDIP menjadi partai pelopor seperti yang dicita-citakan Bung Karno dipandang memiliki kaitan dengan jalan islah kedua kakak adik itu, Mega dan Rachma, yang diketahui kerap berseberangan secara politik.

Tetapi untuk soal ini, publik rasa-rasanya masih harus menunggu perkembangan lebih lanjut. [rmol]

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 2 = 4