Panglima: Siapapun yang ingin gagalkan pelantikan Presiden akan berhadapan dengan TNI

716

JAKARTA. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan komitmen TNI untuk ikut mengamankan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pemilu 2019 pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Hal itu Panglima TNI sampaikan usai meresmikan pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) di Skadron 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (27/9) pagi.

Bahkan, Panglima TNI dengan tegas menyatakan, siapapun yang berniat menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden akan berhadapan dengan TNI.

“Siapapun yang melakukan tindakan anarkis, inkonstitusional, dan tidak baik, termasuk berupaya menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden hasil Pemilu akan berhadapan dengan TNI,” tegas Panglima TNI secara lantang.

Panglima TNI menyampaikan pernyataan tersebut bersama satuan-satuan di tiga matra TNI.

Sebelumnya Menteri Koordinator Polhukam Wiranto mengatakan, aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar di Gedung DPR yang bergulir secara elegan serta damai, berangsur diambil alih sekelompok orang yang bertujuan menciptakan kerusuhan.

Wiranto menegaskan, aksi unjuk rasa akan diubah menjadi gelombang baru dengan tujuan menduduki Gedung DPR sampai menggagalkan pelantikan Anggota DPR periode 2019-2024 yang akan berlangsung 1 Oktober nanti.

Bahkan, menurut Wiranto, gelombang baru ini akan dimanfaatkan sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang.

“Kami mengapresiasi gerakan mahasiswa yang bernuansa mengkoreksi rancangan undang-undang oleh pemerintah dan DPR. Tapi sayang, gerakan mahasiswa yang elegan itu pada malam hari diambil alih oleh perusuh dengan melawan petugas,” ujar Wiranto.

“Dan, sudah cukup bukti bahwa gerakan yang ambil alih demonstrasi mahasiswa itu bertujuan untuk menduduki Gedung DPR hingga mengganggu kerja anggota dewan termasuk menggagalkan pelantikan anggota DPR baru. Lebih lanjut tujuannya adalah menggagalkan pelantikan presiden,” ungkap Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Polhukam, Jakarta, Kamis (26/9). kontan

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here