PAN Kritik Gubernur Sumbar: Daripada Mobil Dinas, Mending Beli Ambulans

169
Gubernur-Wagub Sumbar, Mahyeldi dan Audy Joinaldy (Jeka Kampai/detikcom)

Jakarta – Pembelian mobil dinas baru untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) menuai kritik dari sejumlah pihak. Gubernur Sumbar Mahyeldi disarankan membeli ambulans untuk penanganan COVID-19 daripada mobil dinas baru.

“Mobil dinas itu saat ini bukan hal pokok dan mendesak. Jangan mengalokasikan anggaran APBD yang berasal dari rakyat untuk hal yang hanya dinikmati sendiri,” kata Jubir Muda PAN Febri Wahyuni dalam keterangannya, Rabu (18/8/2021).

Fabri Wahyuni, yang kerap disapa Uni Ebi itu, menyarankan Mahyeldi membeli ambulans untuk membantu Rumah Sakit (RS) Universitas Andalas. Sebab, kini Universitas Andalas tidak lagi mendapat bantuan dari Pemprov Sumbar.

Uni Eby menilai alasan pembelian mobil dinas baru dikarenakan mobil dinas yang lama tak lagi safety tetap tidak bijak. Sebab saat ini masyarakat Sumbar juga tidak dapat hidup aman karena pandemi COVID-19.

Menurutnya, masyarakat hanya perlu diperhatikan dan dipenuhi kebutuhan dasarnya. Masyarakat perlu diperlihatkan sikap keteladanan dari seorang pemimpin dalam mengemban amanat.

“Aneh sekali jika alasan pembelian mobil baru karena mobil yang lama remnya blong. Mohon maaf nih, Pak, apa perlu saya minta teman saya yang punya bengkel untuk servis rem mobil ke rumah dinas? Kan sudah ada anggaran untuk servis mobil dinas? Apakah beli mobil baru lebih penting dari pada servis mobil yang lama?” tutur Eby.

Seperti diketahui, Pemprov Sumbar sudah menganggarkan pembelian mobil dinas baru untuk gubernur dan wakil gubernur sebesar Rp 1,4 miliar. Menurut Gubernur Sumbar Mahyeldi, pengadaan mobil dinas baru dianggarkan karena mobil lama sudah tidak bisa digunakan lagi. Ada beberapa komponen mobil yang sudah rusak.

“Mobil lama ndak fix. Remnya blong dan segala macam. Yang lama beberapa kali ada gangguan transmisinya walaupun sudah kita servis, jadi tidak safety,” ungkap Mahyeldi kepada wartawan, Selasa (17/8).

“Mobil yang kita gunakan, yang lama itu, saya beberapa kali ada gangguan transmisi. Walaupun bisa kita servis, maka tidak safety, sehingga saya pinjam mobil dari OPD yang lain sampai mobil yang baru ini ada,” lanjutnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Detik

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here