Pakar Hukum Sindir Hotman Paris Soal Dokter Lois, Hanya Karena Ingin Naikin Rating Malah Bikin Heboh

379
Pakar hukum dari LQ Indonesia Law Firm, Alviln Lim

JAKARTA- Pakar hukum dari LQ Indonesia Law Firm, Alviln Lim turut menyoroti kasus yang melilit dr. Lois Owein terkait soal Covid-19.

Ia menilai, Hotman Paris sebagai tuan rumah acara yang memberikan panggung terhadap dr. Lois yang berujung kontroversial di tengah publik.

“Atas kasus yang menimpa dr Lois, advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP, CLA, Founder LQ Indonesia Law Firm memberikan imbauan dan teguran kepada Hotman Paris Hutapea,” katanya kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Selasa (13/2021).

“Sebagai advokat senior dan ahli hukum, sebaiknya Hotman Paris tidak membahas isu yang sensitif dan bisa menimbulkan keributan atau keonaran di acara talkshow, harus bijaksana,” sambungnya.

Hotman, kata Alvin seharusnya sadar jika dirinya menyandang profesi terhormat atau officium nobile.

Bukan cuma mempertimbangkan status sebagai selebriti.

“Ini Hotman sebagai entertainer jika mau buat kehebohan agar menaikkan rating, tidak boleh lupa posisinya sebagai advokat senior yang officium nobile,” ujarnya.

“Selayaknya sebagai advokat aktif, Hotman menjaga marwah dirinya selaku publik figur dan aparat penegak hukum. Jangan buat atau mencari kekeruhan hanya untuk meningkatkan rating show-nya,” imbuh Alvin.

Alvin menilai, dalam acara tersebut Hotman Paris mengundang dua sisi, yakni pro dan kontra.

Pihak yang kontra dengan tema talkshow tersebut ialah Lois, sementara yang pro adalah dr Tirta. Sehingga, dinilai Alvin, Hotman sudah mengetahui akan ada pernyataan yang kontra dari Lois.

“Jadi ini acara sudah di-setting dimana Hotman sudah tahu bahwa dr Lois adalah pihak kontra Covid dan dr Tirta adalah pihak pro Covid,” ungkapnya.

“Jadi pertanyaan Hotman pun memancing, apakah dr Lois percaya adanya Covid? Di sini kata percaya yang dipilih Hotman bukan pendapat ahli atau opini selaku dokter,” papar Alvin.

“Dengan dari awal sudah mengetahui dan membawa isu yang sensitif ini dapat melukai hati masyarakat yang sedang tertimpa musibah Covid, bukanlah tindakan yang bijak,” lanjut Alvin.

Alvin menyarankan, Hotman dalam acaranya membahas dan memberikan pengertian hukum pada masyarakat yang awam daripada turut ‘menginformasikan’ isu ketidakpercayaan akan Covid.

Sebab, menurutnya tak tepat dan tak peka jika membahas hal ini di tengah situasi pandemi yang telah memakan banyak korban.

“Give value to Indonesian people, not making fun of pandemic situation. Sebagai rekan advokat, saya mengimbau agar Hotman bisa bijaksana dan dewasa secara mental, jangan demi kepentingan menaikkan rating maka menghalalkan segala cara termasuk hal yang dapat melukai hati masyarakat,” jelasnya.

“Saya harap Hotman jadi contoh officium nobile dan tidak terbuai dengan posisi sebagai artis dan publik figur. Saya respek dan kagum sama prestasi Hotman, tapi akhir-akhir ini saya Lihat Hotman menempatkan dirinya sebagai artis dan bukan lawyer,” ucapnya.

Malah dengan talkshow dr Lois, bisa berpotensi merusak reputasi dan marwah profesi advokat sebagai officium nobile. Jangan sampai ada conflict of interest yang malah menimbulkan korban dan kekacauan di masyarakat yang sedang berduka.

Alvin pun mempertanyakan apakah Kepolisian berani turut memproses hukum Hotman, yang dianggapnya turut berperan dalam kasus Lois.

“Apakah polisi dengan memproses dr Lois, berani menerapkan equality befor the law dan memproses pidana, Hotman Paris yang menyebarkan dan membuat konten show yang dipermasalahkan?” tanya Alvin.

Menurutnya, pihak kepolisian tidak hanya mengurusi urusan yang melanggar ITE seperti dr. Lois. Tetapi. Juga harus berani menindak kasus-kasus besar seperti kasus Indosurya.

“Saya minta Mabes Polri jangan hanya urusin kasus ITE, bagaimana itu kasus Indosurya? Segera tahan tersangka Henry Surya, dan tidak tebang pilih dalam penanganan kasus,” tegasnya.

“Kasus orang bicara kepercayaan diurus dengan cepat satu hari ditangkap, nah ini tersangka Henry Surya dengan kerugian yang diperkirakan Rp15 triliun dan 6.000 korban kurang lebih, malah masih belum tahap dua dan bebas tidak ditangkap dan tidak ditahan?” tandas Alvin.

Sumber Berita / Artikel Asli : (muf/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here