Pakar Hukum Pidana Ini Minta Tragedi KM 50 Harus Diungkap Tuntas Hingga Soroti Kasus Habib Bahar

405
Abdul Chair Ramadhan

Seorang pakar hukum pidana bernama Abdul Chair Ramadhan meminta tragedi KM 50 harus diungkap tuntas hingga menyoroti kasus Habib Bahar.

Abdul Chair Ramadhan sebagai pakar hukum pidana dari Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD) itu menyebut kejanggalan dalam pengungkapan tragedi KM 50 mencerminkan pendekatan sistem hukum Indonesia yang sangat dipengaruhi oleh kekuasaan.

Dia menyebut kejanggalan dalam pengungkapan tragedi KM 50 sebagai sinyalemen bahwa penegakan hukum di Indonesia telah diintervensi oleh kepentingan politik segelintir pihak, terlebih tahun 2022 hingga 2024 merupakan tahun-tahun politik.

“Pendekatan sistem hukum kita itu sangat lekat dipengaruhi oleh kekuasaan. Iya, politik mempengaruhi ekonomi, iya. Politik mempengaruhi hukum, iya. Apalagi ketika ini menyikapi tahun politik,” kata Abdul Chair Ramadhan sebagaimana dikutip Kabar Besuki dalam video yang diunggah kanal YouTube Refly Harun pada Selasa, 18 Januari 2022.

Abdul Chair Ramadhan juga menyoroti berkembangnya sejumlah aliran sesat yang saling bersinergi dalam beberapa waktu terakhir.

Di luar konteks tersebut, pakar hukum pidana itu lebih cenderung menyayangkan cara kerja sistem hukum di Indonesia yang belakangan ini terkesan jauh dari unsur keadilan dan keseimbangan, khususnya dalam menyikapi tragedi KM 50.

“Mereka bersinergi, hanya saja yang disayangkan bagaimana bekerjanya sistem hukum itu yang tidak mengandung keadilan, keseimbangan,” ujarnya.

Selain itu, Abdul Chair Ramadhan juga membeberkan fakta di balik tragedi KM 50 yang telah memakan sejumlah korban, sehingga harus diungkap secara tuntas.

Saat ini, tragedi KM 50 telah masuk ke pengadilan namun tak dianggap sebagai pelanggaran HAM berat.

“Bagaimana penegakan hukum di KM 50? Fakta sudah membuktikan ada korban. Ini harus diungkap, sekarang sudah masuk pengadilan tetapi bukan pelanggaran HAM berat,” katanya.

Tak hanya itu, Abdul Chair Ramadhan juga menyoroti pernyataan Habib Bahar yang dianggap menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat.

Menurutnya, Habib Bahar sama sekali tak bermaksud untuk menimbulkan keonaran atas pernyataannya terkait tragedi KM 50.

“Seorang Habib Bahar menyampaikan pernyataan yang demikian, apakah pernyataan itu satu-satunya sebab timbulnya keonaran di kalangan rakyat? Fakta menunjukkan tidak ada keonaran di kalangan rakyat,” ujar dia.

Dia juga menegaskan, Habib Bahar hanya melontarkan pernyataan berulang dari beredarnya berita serupa terkait tragedi KM 50.

“Habib Bahar menyatakan itu karena pengulangan dari beredarnya berita yang sama,” tuturnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here