PA 212 Desak Densus 88 Segera Dibubarkan hingga Dicap Islamophobia

447
Novel Bamukmin

Penangkapan yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri terhadap anggota Komisi Fatwa MUIAhmad Zain An-Najah dan Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI), Ustadz Farid Ahmad Okbah menjadi sorotan.

Wakil Sekretaris Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Novel Bamukmin merupakan salah satu yang geram dengan hal ini.

Menurut Novel, Densus 88 tengah mempertontonkan sikap Islamophobia. Sebab, yang ditangkap adalah ulama yang mumpuni di bidangnya masing-masing.

Selain itu, Ahmad maupun Farid Okbah memiliki gelar akademisi tinggi serta jabatan penting di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kata dia, lagi-lagi umat Islam yang menjadi korban.

“Lagi-lagi yang menjadi korban adalah umat Islam bahkan sekarang bukan lagi aktivis muslim dan praktisi hukum senior yang menjadi korban,” ujarnya pada wartawan dilansir Galamedia Kamis, 18 November 2021.

Lebih lanjut, Novem menilai penangkapan tersebut diduga demi ambisi memenuhi tuntutan anggaran yang tinggi untuk Densus 88.

Sehingga dia mendesak agar Densus 88 segera dibubarkan.

“Keberadaan Densus 88 harus dibubarkan karena keberadaanya hanya pabrikasi teroris dengan pendanaan yang besar,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Densus 88 menangkap Farid Okbah pada Selasa, 16 November 2021.

Kabar ditangkapnya Ustadz Farid itu dibenarkan Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan.

Berdasarkan keterangan Achmad, Ustadz Farid ditangkap Densus 88 sepulang sholat subuh di kediamannya yang berlokasi di Bekasi.

“Iya betul (ditangkap). (Ditangkap) Di rumahnya tadi pagi pulang salat subuh,” ujarnya dilansir Galamedia Selasa, 16 November 2021.

Lalu, Ahmad Zain juga ditangkap oleh Densus 88. Mereka berdua diduga terlibat dengan jaringan terorisme. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 4 = 1