Nusantara Jadi IKN Baru Gantikan Jakarta, Sulfikar Amir: Mereka Terus Melemparkan Asumsi Tak Berdasar

400
Sulfikar Amir

Associate Profesor Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Prof. Sulfikar Amir akhirnya angkat bicara terkait pemindahan ibu kota negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Nusantara, Kalimantan Timur.

Sulfikar Amir mengatakan, dirinya tidak anti terhadap pemindahan ibu kota negara.

Hanya saja, Sulfikar Amir ingin melihat contoh yang meyakinkan dan menunjukkan bagaimana relokasi dapat mendorong pemerataan pertumbuhan ke luar pulau Jawa.

“Saya tidak anti pemindahan ibu kota. Saya hanya ingin melihat contoh yang meyakinkan, yang menunjukkan bagaimana relokasi pemerataan pertumbuhan ke luar Jawa,” kata Sulfikar Amir, dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @sociotalker pada Rabu, 19 Januari 2022.

Sulfikar Amir menilai, kini pemerintah hanya dapat melemparkan asumsi tak berdasar di tengah masyarakat.

“Sejauh ini mereka hanya terus melemparkan asumsi yang tidak berdasar,” ujarnya.

Ia menuturkan, meski ibu kota negara dipindahkan ke luar pulau Jawa, namun pusat ekonomi dan bisnis masih tetap.

Belum lagi menurutnya kualitas pendidikan terbaik masih ada di pulau Jawa.

Ia pun mempertanyakan kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang berarti di luar Jawa.

“Anda memindahkan ibu kota dari Jawa, tapi 80% industri dan lembaga keuangan tetap di Jawa, belum lagi pendidikan tinggi terbaik, bagaimana Anda bisa mendorong pertumbuhan yang berarti di luar Jawa???” tegasnya.

Sebagai informasi, Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) telah resmi disahkan sebagai Undang-Undang (UU) melalui Sidang Paripurna DPR pada Selasa, 18 Januari 2022.

Dengan disahkannya RUU IKN menjadi UU, maka ibu kota negara telah resmi berpindah ke Nusantara, Kalimantan Timur.***

Sumber Berita . Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here