Ninoy: Saya Tulis Surat Permintaan Maaf Agar Tidak Dibunuh

603

Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, akhirnya angka bicara soal surat permintaan maaf dan menyebut tidak ada penganiayaan di Masjid Al-Falaah. Menurut Ninoy, surat yang ditulis tangan itu ia buat di bawah ancaman.

“Surat yang saya tulis itu, itu betul saya yang menulis. Tapi kalau saya tidak menulis, saya akan dibunuh,” kata Ninoy di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/10).

Ninoy menjelaskan, ia didikte dalam menulis surat tersebut. Jadi isi surat tersebut sesuai dengan orang-orang yang menganiayaannya.

“Itu saya harus mengikuti apapun tulisan satu-satu, itu-itu diikuti apa yang mereka mau. Kalau tidak, saya ini untuk menyelamatkan nyawa saya,” kata Ninoy.

“Bahwa di dalam situasi seperti itu, apapun yang saya lakukan, saya tidak pernah bisa melakukan apapun. Saya tidak bisa berbuat apapun kecuali mengikuti mereka. Bahkan sampai di situ mereka sudah mempersiapkan macam-macam,” kata Ninoy.

Surat sendiri ditandatangani di atas materai Rp 6.000. Selain itu juga terdapat fotokopi KTP milik Ninoy.

Surat pernyataan yang dibuat Ninoy. Foto: Dok. Istimewa

Adapun isi surat tersebut sebagai berikut:

“SURAT PERNYATAAN”

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Ninoy N Karundeng

TTL : Jakarta, 04-05-1976

Alamat : …

Menyatakan bahwa saya telah ditolong dan diselamatkan oleh DKM masjid Al Falaah dan tim medis serta warga.

Adapun luka memar dan lebam yang saya alami adalah akibat kesalahpahaman.

Dengan ini saya tidak akan menuntut dan mempermasalahkan kejadian ini dan semua sudah diselesaikan dengan baik.

Demikian surat pernyataan ini saya buat berdasarkan kesadaran tanpa paksaan dari pihak manapun.

Saya juga menyatakan terima kasih kepada DKM masjid Al Falaah dan tim medis serta masyarakat.

yang membuat pernyataan

Jakarta 01-10-2019

Ninoy N K

kumparan

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here