Niatnya Ingin Sentil Lawan, Moeldoko Malah Sentil Istana, Demokrat: Artinya Istana Banyak Sampah

351
Rachland Nashidik/ Kompas TV

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko mendadak menyinggung soal lalat politik.

Lantas, Moeldoko pun menggambarkan lalat politik sebagai sosok yang kerap mengganggu pemerintah di saat menangani pandemi Covid-19.

Maka dari itu, Moeldoko meminta kepada semua orang untuk tidak menjadi lalat politik.

Menurutnya, di saat pandemi Covid-19 ini diperlukan kekompakan antara rakyat dengan pemerintah.

Moeldoko menilai hal tersebut sebagai jalan yang efektif dan efisien guna mengeluarkan Indonesia dari segala persoalan pandemi Covid-19.

Menyoroti hal itu, politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik menafsirkan jika lalat itu merupakan hewan yang selalu mengerubuti sampah berbau busuk atau anyir.

“Jenderal (Moeldoko), lalat hanya mengerubuti sampah berbau busuk atau anyir,” kata Rachland, seperti dilansir Galamedia dari akun Twitternya, Sabtu 10 Juli 2021.

Rachland menganggap pernyataan Moeldoko itu terkesan bukan menyindir lawan istana, melainkan menyindir istana.

Pasalnya, menurut Rachland, jika istana telah diganggu oleh lalat politik, maka itu artinya di istana sudah terlalu banyak sampah.

“Jika Anda lihat istana diganggu lalat, itu artinya di istana sudah terlalu banyak sampah,” pungkasnya.

 

“Sampah itu bau, Jenderal (Moeldoko), jadi jika lalat itu ngerubutin istana, artinya istana diisi orang “kotor” dan harus dibersihkan pake desinfektan biar pada mati virusnya,” balas akun @busetdah78.

“Kok bicara begitu bang Rachland Nashidik? Jangan ada dendam lah toh Partai Demokrat AHY lah yang diakui pemerintah. Dengar pernyataan pak Moeldoko secara utuh, pemerintah tidak anti, kritik kok,” balas akun @Sulaima05136107.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here