Ngabalin Cap Si Yahya ‘Sampah Buangan Intoleran’, Rektor Pro Anies Ngomel! Ngomong yang Baik

369
Ali Mochtar Ngabalin. (fin)

Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar mengingatkan kepada Tenga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin untuk tidak menghujat Penceramah Yahya Waloni yang ditangkap pihak kepolisian.

Sebelumnya, Ngabalin mengatakan Yahya Waloni telah membodohi rakyat dan melakukan penistaan terhadap kepercayaan tertentu.

Menurut Ngabalin, Yahya merupakan sosok intoleran yang kadar keilmuannya masih minim.

Karena itu, Ngabalin menilai apa yang diucapkan Yahya melalui mulutnya hanya berisikan kalimat-kalimat sok pintar.

“Sampah-sampah buangan intoleran, ilmu yang dangkal dan sok pintar,” cetusnya.

Terkait itu, Rektor yang kerap mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memprotes ucapan Ngabalin.

Menurut Musni, seseorang yang terpelajar akan mengeluarkan perkataan yang baik dan akan memberikan nasihat yang menyejukkan.

“Seorg terpelajar bicaralah yg baik yg mencerahkan, menyadarkan dan memberi nasihat,” cuitnya dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Selasa (31/8/2021)

Lanjutnya, ia menilai Yahya Waloni merupakan orang yang sangat terpelajat.

Karena itu, ia meminta untuk tidak dihujat lagi karena dia sudah diproses hukum.

“Dr  Yahya Waloni, juga sangat terpelajar. Tdk usah dihujat, sdh diproses hukum ikuti sj sidang di PN,” ujarnya.

Diketahui, Tim Bareskrim Polri menangkap Yahya Waloni Kamis (26/8/2021) karena diduga melakukan penistaan agama. Yahya Waloni ditangkap di kawasan Cibubur.

Sumber Berita / Artikel Asli : Warta Ekonomi

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here