Nakes Perlu Vaksin Booster, Menkes Budi: 8 Persen Wafat Meski Telah Disuntik 2 Dosis

349
Ilustrasi tenaga kesehatan tengah mengambil sampel dalam tes usap. (Terkini.id/Effendy Wongso)

Nakes perlu vaksin booster, Menkes Budi: 8 persen wafat meski telah disuntik 2 dosis. Terkait masifnya dan tingginya angka penularan virus corona atau Covid-19 di Indonesia, apalagi ditambah hadirnya varian corona Delta, menyebabkan banyak tenaga kesehatan (nakes) kewalahan bahkan gugur atau wafat dalam tugasnya.

Untuk itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan penyuntikan ketiga vaksin corona kepada tenaga kesehatan dimulai pekan ini. Rencananya, suntikan ketiga sebagai booster itu akan menggunakan vaksin Moderna.

Menanggapi hal ini, Guru Besar FK Universitas Padjadjaran Prof Kusnandi Rusmil pun memastikan suntikan dosis ketiga memang penting bagi nakes. Pasalnya, para nakes adalah garda terdepan penanganan pandemi yang rentan terpapar Covid-19 dan merupakan pelaku percepatan vaksinasi nasional.

“Sekarang kan tujuan imunisasi untuk nurunin angka kejadian penyakit, karena kecepatan Covid ini kan tinggi banget jadi kita ingin turunkan angka penyakit sebanyak mungkin. Programnya kan untuk lansia sudah, nakes sudah, sekarang vaksinasi ketiga nakes,” terang Menkes Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat 16 Juli 2021.

Menurut Budi, seperti dilansir kumparancom, Jumat 16 Juli 2021, semua unsur lapisan masyarakat harus imunisasi.

 

“Nah, terutama pelaksana vaksinasi dulu supaya mereka selamat. Jadi nakes, yang bantu seperti petugas poliklinik, di kecamatan, ABRI. ABRI juga kan ada perawat dan lain-lain,” imbuhnya.

Sebelumnya, tenaga kesehatan menjadi sasaran vaksinasi corona nasional menggunakan vaksinasi Sinovac pada Januari 2021. Tetapi seiring tingginya kasus Covid-19 di Indonesia, banyak nakes yang terpapar corona bahkan wafat meski telah divaksinasi dua dosis.

Ini sebabnya nakes memerlukan vaksinasi dosis ketiga segera. Apalagi, data terbaru menunjukkan sebanyak delapan persen masyarakat wafat akibat Covid-19 meski sudah divaksinasi penuh.

 

“Dari hasil pengamatan Pak Erick Thohir itu 90 persen (masyarakat) yang meninggal (akibat Covid-19) belum divaksinasi. Lalu yang imunisasi pertama pakai Sinovac itu penelitian Depkes di beberapa tempat 80 persen yang wafat belum diimunisasi, 12 persen yang wafat baru disuntik sekali, dan delapan persen (wafat meski]) disuntik dua kali,” beber Budi.

“Kalau nakesnya enggak sehat siapa yang mau nyuntikin orang-orang? Jadi nakesnya dulu (disuntik ketiga), nanti dikasih Moderna. Pemerintah sudah pesen kalau enggak salah 160 juta (dosis), nakes itu jumlahnya cuma berapa sih, paling 1,6 juta. Ya sedikit lah, jadi nakes dulu. Tapi enggak cuma nakes nanti ada dari ABRI (TNI), kepolisian, dan tim kesehatan RS itu disuntikin semuanya,” paparnya.

Selain itu, kadar imun yang dimiliki seseorang usai divaksinasi dosis penuh Sinovac menurun setelah enam bulan. Sehingga masyarakat memang dianjurkan mendapatkan dosis ketiga.

“Memang diperlukan itu (dosis ketiga), karena hasil uji klinis menunjukkan kadarnya (imun) akan turun (setelah menerima dosis kedua). Kalau Sinovac setelah enam bulan itu turun, sehingga memang rencananya setelah enam bulan harus disuntik ulang,” imbau Budi.

“Kalau bisa semua disuntik ketiga, tapi kan harus bertahap. Masyarakat kita ada berapa pulau, itu perlu rencana matang dans sebagainya. Tapi yang penting petugas kesehatannya dulu supaya enggak terkena penyakit, baru masyarakat,” imbuh Budi.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here