Nakes ke Pemerintah: Kami Lelah, Tolong Tutup Pintu-Pintu Masuk Penularan

475
dr Eva Sri Diana /Tribunnews

Eva Sri Diana selaku Ketua Dokter Indonesia Bersatu meminta kepada pemerintah untuk menutup semua jalur-jalur masuk penularan virus corona di Indonesia.

Menurut Eva, pihak tenaga kesehatan saat ini sudah sangat lelah melihat banyak korban yang berjatuhan, belum lagi dengan jumlah tenaga kesehatan yang kian hari semakin berkurang.

Hal itu disampaikan oleh Eva melalui acara Catatan Demokrasi yang diunggah di Youtube dari kanal tvOneNews pada Selasa, 13 Juli 2021 kemarin.

“Saya kira yang paling penting adalah cegah masuknya virus-virus baru ini. Kalau virus baru ini terus masuk, bandara terus dibuka, penyakit akan ada terus,” ucap Eva dikutip oleh terkini.id dari Pikiran Rakyat, Kamis, 15 Juli 2021.

Ia pun dengan tegas memohon kepada pemerintah agar seluruh pintu masuk penularan ditutup.

 

“Saya minta dengan segala hormat, kami ini lelah, jumlah kami jauh-jauh berkurang. Tolong tutup pintu-pintu masuk penularan,” paparnya.

Ia pun mengatakan bahwa setiap saat melihat pasien yang bertambah dirinya menangis.

Pihaknya merasa bahwa setiap kali ke rumah sakit, maka di situ mereka merasa akan meninggal.

 

Apalagi, menurutnya, saat ini banyak ibu-ibu hamil yang meninggal karena pandemi, banyak pula anak muda yang harusnya sehat ikut meninggal.

“Kami setiap saat merasa akan mati, setiap akan ke rumah sakit saya itu nangis,” ungkapnya.

“Begitu sampai di rumah saya menangis lagi, saya ingat tadi pasien-pasien saya yang mati dengan sia-sia,” sambungnya.

“Sekarang banyak ibu-ibu hamil yang mati, 33 minggu, 23 minggu, anak-anak muda yang masih kuat itu mati,” pungkasnya.

Ia pun menjelaskan bahwa andai saja virus varian baru tidak masuk di Indonesia, sangat memungkinkan Indonesia akan membaik.

“Andai virus-virus baru ini tidak masuk, kerja kita gak seperti ini. Mungkin sudah hampir baik,” ujarnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here