Musni Umar Sebut Penanganan Covid-19 di Indonesia Sejak Awal Tidak Serius: Kita Sudah Gagal

243

Sosilog Musni Umar menanggapi perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia sejak awal hingga saat ini.

Musni Umar menilai bahwa penanganan Covid-19 sejak awal tidak serius.

“Kalau kita melihat perkembangan penanganan Covid ini dari awal, itu kan memang sudah kita bisa mengatakan tidak serius, bisa juga kita katakan seperti itu,” kata Musni Umar dilansir dari YouTube Karni Ilyas Club, Sabtu 24 Juli 2021.

 

“Karena seolah-olah setelah terjadi di Wuhan itu kita menngatakan di sini ya gak akan sampai di sini,” sambungnya.

Kemudian, lanjut dia, ketika sudah ada di Indonesia tidak menanganinya dengan serius, yang antisipatif untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kemudian akhirnya mulai dari DKI itu melakukan PSBB, tapi ini juga tidak serta merta diberlakuan di berbagai daearah terutama yang sudah terserang Covid itu sendiri,” ungkapnya.

 

Menurut Musni Umar, sebenranya kalau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilakukan serius, ini cukup.

“Sudah ada di undang-undang kekarantianaan kesehatan, tapi kemudian setelah jalan itu melebar lagi kemana mana,” kata dia.

“Ada PPKM kemudian PPKM Mikro, PPKM Darurat, terakhir PPKM level 1 hnngga 4,” sebutnya.

 

Kata dia, peristilahan-peristilahan tersebut membingungkan rakyat.

Apalagi mau menyelesaikan masalah. Ini yang pertama yang kita sorot,” tambahnya.

Musni Umar bercerita, ia ketika berhubungan dengan orang Timur Indonesia seperti di Maluku Utara belum ada bantuan sosial (bansos) di sana.

“Di kendari juga belum tersebar itu. Padahal sudah tanggal 20 itu sendiri,” ungkapnya.

“Pantaslah rakyat itu menjadi korban, jadi sudah menderita rakyat, kemudian kebijakan yang akhirnya tidak bisa dilaksanakan sebagaimana yang diinginkan, maka korbanlah rakyat,” tuturnya.

Kemudian ia memberi contoh fenomena yang terjadi, seperti demo yang terjadi di Maluku, kemudian Bandung, dan kota-kota lainnya.

“Itu pun sudah dicegat oleh aparat supaya jangan melakukannya,” lanjutnya.

 

Menurut dia, ini adalah tantangan yang paling berat untuk dihadapi.

“Jadi saya termasuk orang yang setuju bahwa apa yang kita lakukan kita sudah gagal,” katanya.

Alasan menyebut gagal karena pertumbuhan Covid-19 ini terus meningkat

“Sekarang sudah 3 juta lebih. Trennya meningkat. Tapi kita juga heran ada tren penurnan yang positif itu, kemudian timbullah dimasyarakat rumor ‘itu jangan-jangan dikorting,” bebernya.

“Tapi saya tetap positif bahwa ini hasil kerja kita semua bahwa ada penurunan-penurunan,” tandasnya. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here