Munarman Dituntut Hukuman Mati oleh JPU, Rocky Gerung: Ada Sesuatu yang Diarahkan, Design untuk Menjebloskan

216
Munarman

Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung angkat bicara mengenai eks Sekretaris Jenderal FPI Munarman yang dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Munarman dituntut hukuman mati oleh JPU atas dugaan tindak pidana terorisme, dan Rocky Gerung merasa ada kejanggalan di balik tuntutan tersebut.

Rocky Gerung menilai ada sesuatu yang diarahkan dari Munarman yang dituntut hukuman mati oleh JPU, bahkan ada design untuk menjebloskan.

Rocky Gerung menganggap, publik melihat ada sesuatu yang diarahkan dari tuntutan JPU terhadap Munarman karena dasar hukum yang digunakan JPU terkesan samar-samar.

“Kalau kita baca cara publik melihat, publik samar-samar melihat ada sesuatu yang diarahkan di situ,” kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Kamis, 3 Februari 2022.

Rocky Gerung kemudian menyoroti pemberitaan mengenai pemeriksaan saksi dugaan tindak pidana terorisme yang dialamatkan kepada terdakwa Munarman.

Mantan pengajar sekaligus alumni Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan, ada upaya dari pihak-pihak tertentu untuk mengaitkan Munarman dengan peristiwa di Makassar pada tahun 2015-2016 dan bom bunuh diri di Filipina.

“Kita baca kemarin, berita pemeriksaan saksi itu terlihat ada upaya memang untuk hanya menghubungkan Munarman dengan peristiwa di Makassar (2015-2016) dan bom bunuh diri di Filipina tuh,” ujarnya.

Selain itu, dia menilai bahwa sejumlah saksi terkesan diarahkan untuk sesegera mungkin memberikan data kepada JPU agar Munarman dapat dijerat dengan hukuman mati.

“Kesan saya setelah mendengar komentar-komentar di media massa, saksinya seolah-olah seperti biasa diarahkan untuk cepat-cepat membuktikan atau memberi data pada JPU untuk menjerat Munarman dengan hukuman mati,” katanya.

Rocky Gerung menilai, hal tersebut sangat berbahaya karena dinilai sebagai teror terhadap Munarman secara personal.

Filsuf kelahiran Manado, 20 Januari 1959 itu mengatakan bahwa Munarman telah mendapatkan teror selama proses peradilan sebelum keterangan dari seluruh pakar diterangkan hingga tuntas.

“Itu berbahaya sebetulnya, karena teror terhadap Munarman berlaku juga di pengadilan akhirnya tuh dengan ancaman itu sebelum keterangan-keterangan pakar ahli lain diterangkan,” ujar dia.

Terakhir, Rocky Gerung menangkap sinyal bahwa ada design yang sengaja dirancang untuk menjebloskan Munarman dengan tuduhan keterlibatan dalam tindak pidana terorisme.

Sebab menurutnya, Munarman merupakan sosok yang berpengaruh besar di internal FPI maupun kalangan masyarakat sehingga JPU menjadikannya dalil untuk menjatuhkan tuntutan hukuman mati.

“Jadi justru dengan itu, kita tangkap bahwa memang ada design untuk menjebloskan Munarman. Mengapa begitu? Karena Munarman orang yang berpengaruh, dan itu yang justru dijadikan dalil oleh JPU untuk menuntut,” tuturnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

29 − = 24