Muhammad Kece Dianiaya Irjen Napoleon, Novel PA 212: Masih Kurang, Harusnya Mati

181
Novel Bamukmin. Foto net

 JAKARTA – Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menilai, penganiayaan yang dialami Muhammad Kece kurang setimpal dengan ulahnya yang telah menyakiti umat Islam.

Akan tetapi, ia menilai perlakuan itu memang pantas didapatkan Muhammad Kece.

“Si Kece memang pantas mendapat ganjaran yang sangat berat, baik dalam masyarakat maupun dalam hukum positif yang berlaku di Indonesia,” kata Novel kepada PojokSatu.id, Senin (20/9/2021).

Namun, anak buah Habib Rizieq Shihab ini juga menyatakan bahwa apa yang dialami Muhammad Kece itu masih cukup ringan.

Pasalnya dalam hukum Islam, penista agama harusnya mendapat hukuman mati.

“Dalam hukum Islam untuk penista agama tidak ada tebusannya kecuali hukuman mati,” tegasnya.

Untuk itu, meski dianiaya dan dilumuri kotoran manusia, Novel menganggap Muhammad Kece masih cukup beruntung.

“Maka Kece masih beruntung masih hidup,” katanya.

Muhammad Kece bukan saja dipukuli Irjen Pol Napoleon Bonaparte di dalam Rutan Bareskrim, tapi juga dilumuri kotoran manusia.

Itu didapat berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan penyidik Bareskrim.

“Selain dipukuli, pelaku NB (Napoleon Bonaparte) juga melumuri wajah dan tubuh korban dengan kotoran manusia yang sudah dipersiapkan oleh pelaku,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian, Senin (20/9/2021).

Andi juga menyebut, penganiayaan dan pelumuran kotoran manusia kepada Muhammad Kece dilakukan pada hari yang sama.

Diduga, Napoleon sengaja mempersiapkan kotoran manusia itu untuk dilumurkan kepada Muhammad Kece.

“Sambil memukul juga melumuri kotoran manusia,” ujarnya.

Dalam penganiayaan tersebut, Napoleon juga memerintahkan tahanan lain untuk membantunya.

“Salah satu saksi diperintahkan NB untuk mengambil bungkusan kotoran yang sudah disiapkan dikamar NB, kemudian NB sendiri yang melumuri,” bebernya.

Sumber Berita / Artikel Asli : (fir/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here