MSD Sebut Utang Indonesia Rp 12.474 T, Aktivis Faizal Assegaf: Utang Segitu Gak Ada Masalah, Mesti Didukung

533
Utang Indonesia

Eks Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu (MSD) kembali memaparkan data mengenai utang Indonesia.

MSD memang terkenal vokal mengkritik pemerintah terlebih soal utang.

Menurut keterangan MSD, akumulasi utang selama 70 tahun dengan enam presiden sebelum Jokowi adalah sekitar Rp 2.600 triliun.

Namun, saat Jokowi memerintah selama enam tahun, utang sudah bertambah hingga Rp 4.000 triliun menjadi Rp 6.600 triliun belum termasuk utang BUMN.

“Saya jelaskan lagi. Akumulasi utang slm 70 thn dg 6 Presiden sblm Jokowi sktr Rp 2.600 trilyun. Jokowi selama 6 thn sdh menambah utang sktr Rp 4.000 trilyun menjadi sktr Rp 6.600 trilyun – blm tmsk utang BUMN. Masih kurang jelas ?” paparnya melalui akun Twitter pribadi @msaid_didu Senin, 26 Juli 2021.

Tidak sampai di situ, MSD juga kembali merinci utang Indonesia bedasarkan sektor publik.

Kata dia, sesuai dengan data Bank Indonesia (BI), jumlah utang Indonesia telah mencapai Rp 12.474 triliun per Juni 2021.

“Sesuai data Bank Indonesia bhw jumlah utang sektot publik (pemerintah + BUMN + BI) Juni 2021 sdh mencapat Rp 12.474 trilyun,” katanya melalui akun Twitter Kamis, 29 Juli 2021.

Sehingga ia mengusulkan agar pemerintah segera membuat ‘surat wasiat’

“Sepertinya sdh saatnya pemerintah/penguasa membuat ‘surat wasiat’,” pungkasnya.

Cuitan MSD lantas ditanggapi oleh aktivis Faizal Assegaf melalui akun Twitter pribadinya @faizalassegaf.

Menurut Faizal, utang tersebut tidak bermasalah mengingat sumber daya alam (SDA) Indonesia sangatlah kaya.

“Utang segitu ga ada masalah, toh kekayaan sumber daya alam kita ratusan ribu triliuan,” katanya Kamis, 29 Juli 2021.

Terlebih utang tersebut, kata dia, digunakan untuk kemakmuran rakyat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sudah seharusnya rakyat mendukung hal ini.

“Sejauh digunakan utk kemakmuran rakyat oleh pres @jokowi, mestinya didukung,” tuturnya.

Faizal pun mengatakan, protes diperbolehkan jika utang terus bertumpuk dan tidak mensejahterakan rakyat.

“Kecuali utang bertumpuk & tdk mensejahterakan hidup rakyat, ya sdh pasti kelak akn jd petaka bg negeri ini,” pungkasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here